Kisah Warga Terdampak Tol Jogja-Solo: Jarang Miliki Uang Jutaan Kini Jadi Miliarder di Usia Senja

Sebuah patok kuning sebagai penanda as jalan tol Solo-Jogja tertancap di rumah milik Ahmad Dahlan, 85, warga Desa Brangkal RT 018/RW 009, Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Klaten, Rabu (11/8/2021). - Solopos/Ponco Suseno.
12 Agustus 2021 06:27 WIB Ponco Suseno News Share :

Harianjogja.com, KLATEN--Ahmad Dahlan, 85, warga Desa Brangkal RT 018/RW 009, Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom mendadak menjadi seorang miliarder di usia senjanya. Tanah dan pekarangan miliknya seluas 860 meter persegi telah dipastikan terdampak jalan tol Jogja-Solo.

Sebagai salah seorang warga terdampak jalan tol Jogja-Solo, Ahmad Dahlan, mengaku bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di usianya yang sudah uzur, Ahmad Dahlan justru memperoleh rezeki nomplok menyusul adanya proyek strategis nasional, pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

BACA JUGA : Rp290 Miliar Digelontorkan untuk Pembebasan Lahan Tol

Ahmad Dahlan bakal memperoleh uang ganti rugi (UGR) senilai Rp2 miliar, pertengahan Agustus mendatang. Bagi Ahmad Dahlan yang memiliki delapan anak itu tak pernah membayangkan sedikit pun tentang nominal uang Rp2 miliar yang akan diterimanya. Sepanjang hidupnya sebelum menginjak usia 85 tahun, Ahmad Dahlan tak pernah sama sekali melihat uang hingga miliaran rupiah. Saat masih muda, Ahmad Dahlan hanya bekerja sebagai buruh harian lepas.

"Kulo niku jarang ngertos uang jutaan rupiah [saya jarang memiliki uang sampai jutaan]. Niki malah ngantos [ini malah sampai] Rp2 miliar. Sing penting anak-anak kulo rukun [yang penting anak saya rukun]. Kudu rukun," kata Ahmad Dahlan, saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (11/8/2021).

Hal senada dijelaskan salah seorang anak dari Ahmad Dahlan, yakni Zaini, 52. Munculnya proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja sempat membikin bimbang keluarga besarnya. Di satu sisi, bapaknya akan memperoleh uang hingga Rp2 miliar. Di sisi lain, dirinya beserta bapak dan saudaranya harus angkat kaki dari rumah yang dianggap telah memiliki nilai sejarah di lingkup keluarganya.

BACA JUGA : Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo: BPN Pastikan Tak Ada 

"Awalnya ada kecewa juga. Tapi, setelah dipikir-pikir, kami menerima juga. Ini kan proyek negara juga. Nanti, uang itu dibagi rata antara bapak dengan delapan anaknya. Selanjutnya, digunakan membeli rumah/lahan di desa sini juga," kata Zaini.

Zaini merupakan anak kedua dari Ahmad Dahlan. Sehari-harinya, Zaini bekerja sebagai bakul sayur keliling. Pendapatan bersih yang diperoleh dari berjualan sayur itu berkisar Rp100.000-Rp150.000 per hari. Zaini sudah berjualan sebagai bakul sayur sejak 13 tahun terakhir.

"Dari anak-anaknya bapak yang di ada di sini, nanti akan beli lahan untuk empat rumah. Jadi, saya, bapak, kakak, dan seorang adik tetap beli rumah di sini. Masih bisa dekat dengan orangtua," katanya.

Kepala Desa (Kades) Brangkal, Kecamatan Karanganom, Haryanta, mengatakan lahan terdampak jalan tol Jogja-Solo di desanya mencapai 141 bidang. Selain menerjang sawah dan rumah/pekarangan milik warga, jalan tol Jogja-Solo juga akan menerjang lima bidang tanah kas desa.

"Adanya jalan tol Jogja-Solo ini sangat menguntungkan Pemdes dan warga. Jadi, warga untung. Desa pun akan untung. Bagaimana tidak, sawah yang awalnya hanya seharga Rp180.000 per meter persegi diganti Rp600.000 per meter persegi. Sedangkan bangunan dihargai Rp1,2 juta per meter persegi. Di Brangkal sini, semuanya relatif lancar. Seluruh warga dan desa mendukung proyek ini," katanya.

Sumber : JIBI/Solopos