Burung Bangau Mati setelah Melintasi Kawasan Kebakaran Yunani

Ilustrasi. - Freepik
10 Agustus 2021 10:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, YUNANI- Kelompok pelindungan satwa liar mengungkapkan burung-burung bangau yang bermigrasi melintasi Yunani dalam perjalanan ke Afrika telah menjadi korban kebakaran hutan yang mengamuk di seluruh negeri selama seminggu terakhir. Burung-burung yang sedang bermigrasi itu menjadi bingung oleh api dan tersesat, terluka atau terbunuh.

Bangau setiap tahun melintasi wilayah Attica di sekitar Athena menuju Cape Sounion, yang terletak sekitar 70 kilometer tenggara ibu kota di mana para burung itu menunggu angin yang baik untuk membantu membawa mereka melintasi Mediterania ke Afrika selama musim dingin.

"Sayangnya, para bangau lewat pada saat kebakaran," kata Maria Ganoti, presiden Asosiasi Pelindungan Satwa Liar Hellenic ANIMA, yang merawat dan merehabilitasi hewan liar di pusat pertolongan pertama di Athena.

Ganoti mengatakan selama tiga hari terakhir bangau ditemukan di "tempat di mana mereka tidak akan pernah muncul, seperti di Vrilissia, di Halandri, di gedung-gedung apartemen". Dia mengacu pada dua daerah perumahan di Athena utara.

Baca juga: Terbesar dalam Sejarah, Ada 586 Titik Kebakaran Hutan di Yunani

Di daerah perkotaan yang asing, beberapa burung bangau menjadi bingung dan sejumlah besar lainnya telah mati setelah menabrak kabel listrik dan tiang listrik.

"Ini adalah pertama kalinya kami melihat begitu banyak bangau mati di Athena. Orang-orang di Athena mengambil bangau mati itu dari halaman rumput mereka," kata Ganoti.

Pusat pertolongan pertama ANIMA telah merawat sejumlah bangau, yang menurut Ganoti akan dilepaskan ke alam liar ketika mereka cukup kuat.

Namun, burung-burung itu hanya mewakili sebagian kecil dari penderitaan yang dialami oleh hewan, baik liar maupun peliharaan, dalam kebakaran yang telah menghancurkan ribuan hektar hutan.

"Beberapa hewan yang ada di sini akan mati. Kura-kura misalnya, jika mereka menghirup banyak asap dan terbakar di dalam tubuhnya, mereka tidak akan bisa makan dan mereka akan mati. Anda tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Ganoti.

Sumber : Antara