Pidato di Monas, Ketum PKN Anas Urbaningrum Singgung soal Keadilan
Anas Urbaningrum berpidato di Monas sekaligus merayakan ulang tahunnya.
Mantan Menkes Siti Fadilah dan mantan Menkes Terawan Agus Putranto seusai mengikuti proses ujicoba vaksinasi Vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (15/4)./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan Menteri Siti Fadilah Supari heran melihat ledakan penderita Covid-19 yang terjadi di banyak tempat.
Menurutnya berbagai ledakan jumlah penderita Covid-19 di beberapa negara seperti India, Indonesia, Singapura dan sebagainya tampak aneh.
“Ini aneh. Tidak seperti virus biasa. Outbreak itu terjadi pada waktu yang agak sama. Explosive berdampak pada masyarakat banyak dalam waktu cepat dan bersamaan. Makanya collaps,” ujarnya dalam wawancara dengan Karni Ilyas yang dipublikasikan oleh akun Karni Ilyas Club yang dikutip pada Sabtu (7/8/2021).
“Bagaimana delta bisa menyebar cepat, kenapa tidak ada yang memikirkan. Apakah itu sesuai dengan karakter virus untuk menyebar, kalau tidak sesuai dengan karakter virusnya mikir dong,” tambahnya.
Keanehan demi keanehan itu membuat munculnya dugaan apakah pandemi ini terjadi secara alamiah atau tidak. Pasalnya, jika terjadi secara natural, perjalanan penyebaran menrutnya tidak seperti yang terjadi saat ini.
Dia mengaku heran bahwa ledakan pandemi bisa menyebar di berbagai belahan dunia padahal memiliki cuaca yang berbeda satu sama lain.
Karena itu, Indonesia menurutnya harus memanfaatkan keberadaan lembaga seperti Eijkman untuk melakukan penelitian karakter virus ecara detail agar bisa diantisipasi di masa yang akan datang. “Kalau ini bikinan kita akan menunggu outbreak berikutnya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Anas Urbaningrum berpidato di Monas sekaligus merayakan ulang tahunnya.
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.