Kisah Persahabatan Kuli Bangunan dan Prajurit TNI AD

Prada Haidir Anam dan sahabatnya Sandi Rihata saat bertemu dengan KSAD Jenderal Andika Perkasa di Mabesad, Jakarta / Youtube TNI AD Official
02 Agustus 2021 02:27 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Sandi Rihata tidak bisa menyembunyikan senyumnya saat mengetahui sang sahabat Prada Haidir Anam datang ke Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta. Sandi yang siang itu tengah mengaduk adonan pasir dan semen langsung menjabat tangan Anam dan memeluknya.

“Sandi lagi kerja, eh nggak nyangka Anam nyamperin [ke Mabesad]. Sandi kaget. Namanya belum pernah ketemu [lagi] paling cuma video call, ya seneng,” kata Sandi dikutip dari YouTube TNI AD, Selasa (27/7/2021).

Terpancar rasa bangga dan rindu di mata Sandi terhadap sahabatnya, Anam yang kini berhasil menggapai mimpinya menjadi seorang prajurit TNI.

BACA JUGA : Asal-usul Harta Jumbo KSAD Andika Perkasa, Ini Penjelasan

Ya! Sebagai sahabat, Sandi dan Anam pernah bekerja bersama sebagai kuli bangunan di Mabesad.

“Saya lama gak ketemu Sandi karena [saya] sedang pendidikan jadi seorang prajurit. Alhamdullilah sekarang saya bisa bertemu dengan sahabat saya,” ujar Anam.

Bersama Sandi, Anam menemui teman-temannya yang dulu bersamanya bekerja sebagai kuli bangunan. Tanpa ragu, dia bersalaman dan mencium tangan temannya yang memang usianya jauh lebih tua darinya.

Usai melepas rindu dengan teman-temannya, prajurit kelahiran Cirebon ini menemui Asisten Personel Kepala Satuan Angkatan Darat (Aspers KSAD) Mayjen TNI Wawan Ruswandi.

Kepada Anam, Wawan berpesan agar selalu disiplin dan terus mengembangkan diri sehingga menjadi motivasi bagi banyak orang.

BACA JUGA : KSAD Beri Kendaraan Dinas ke Jajaran TNI AD, Ini Respons 

“Kamu ingat temanmu. Nanti kita lihat apakah Haidir nanti berubah tambah bagus sehingga menjadi motivasi bagi yang lainnya. Ini doa sahabatnya kan. Bangga,” katanya.

Setelah itu, Anam dan Sandi menemui orang nomor wahid di Angkatan Darat yaitu KSAD Andika Perkasa.

Saat berhadapan, Prada Haidir langsung memberikan hormat kepada sang Jenderal. Sambil tersenyum, KSAD langsung menghampiri prajuritnya dan sedikit memperbaiki sikap hormatnya tersebut.

“Ya bagus, sekarang sudah beda, sudah tentara, sudah bukan Anam temannya yang waktu itu lagi,” kata KSAD kepada Sandi.

Lebih lanjut, Andika memberikan bekal nasihat kepada Anam untuk tidak melupakan semua orang yang telah mendukungnya hingga menjadi seperti sekarang ini.

Prada Anam yang baru saja menyelesaikan pendidikan diminta untuk tidak mengikuti ajakan teman-temannya yang tidak patut dicontoh.

Terlebih lagi, kata KSAD, Anam mengetahui bagaimana sulitnya perjuangan dan penderitaan saat masih menjadi tukang bangunan hingga akhirnya bisa menjadi prajurit TNI.

“Pokoknya kalau diajak melanggar, nanti dia ini sering diingeti sama Sandi ya. Anam jangan ikut-ikut yang nggak bener," katanya.

Sandi sendiri mengaku sangat bangga terhadap Anam, yang kini telah gagah berseragam prajurit TNI. Bahkan, dia masih tidak percaya, sahabatnya yang dulu bersamanya merantau ke Jakarta mencari rejeki, kini telah meraih cita-citanya.

“Saya bangga banget, gak nyangka dia bisa jadi tentara seperti sekarang ini,” ujarnya.

Dia berpesan kepada Anam untuk tetap rendah hati, tegas, dan kuat sebagai prajurit. “Jangan lupa sama orang tua dan yang dekat sama Anam,” kata Sandi.

Adapun, Sandi Rihata, lebih dulu dikenal oleh KSAD Andika karena berkesempatan diajak makan siang bersama karena kagum atas semangat bekerja meski dalam keterbatasan fisik atau difabel.

BACA JUGA : Kapolri dan KSAD Pererat Sinergi untuk Stabilitas Keamanan

Suatu saat, KSAD yang tengah meninjau pekerjaan bangunan dihampiri Anam yang kemudian menyampaikan kepadanya terkait cita-citanya menjadi prajurit TNI.

Sang Jenderal kemudian memotivasi Anam untuk mendaftar tamtama TNI jika memang berniat dan memenuhi syarat. Dia juga terus mengingatkannya untuk mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia