Kasus Kematian akibat Covid di Jawa Tengah Tinggi, Ganjar Minta Masyarakat Jujur

Ilustrasi - Antara/Raisan Al Farisi
30 Juli 2021 17:37 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG—Kasus kematian akibat Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) masih relatif tinggi dalam sepekan terakhir. Data terbaru bahkan menyebut jika angka kematian Covid-19 di Jateng menjadi yang tertinggi kedua di Indonesia.

Data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut akumuluasi kasus kematian Covid-19 di Jateng hingga 29 Juli 2021 mencapai 18.578 jiwa. Jumlah itu tertinggi kedua di Indonesia, di bawah Jawa Timur (Jatim) yang mencapai 19.621 jiwa.

Sementara itu, data yang diumumkan Pemprov Jateng melalui laman Internet resminya, hingga Jumat (30/7/2021), total kasus kematian akibat Covid-19 di provinsi tersebut mencapai 22.858 jiwa, atau lebih banyak dibandingkan data yang diumumkan Satgas Covid-19 nasional dan BNPB.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, seusai menggelar rapat di kantornya, beberapa hari lalu, membenarkan jika kasus kematian Covid-19 di Jateng tinggi.

Namun, ia menyebut ada beberapa daerah yang tingkat kematiannya mulai menurun seperti wilayah Kudus dan sekitarnya.

“Iya, angka kematian kita masih tinggi. Makanya, kalau ada beberapa kabupaten/kota yang turun, jangan tepuk tangan dulu. Di sekitar Kudus Raya turun, tapi kita melihat Soloraya naik,” ujar Ganjar.

Ganjar terus melakukan identifikasi terhadap pasien Covid-19 yang memiliki potensi kematian tinggi.

“Kami sudah identifikasi, satu lansia, dewasa, dan komorbiditas itu punya potensi meninggal. Makanya, itu yang harus dicari, inilah yang harus divaksin lebih dulu, ini yang harus diberi asupan vitamin untuk mencegah [kematian],” tutur Ganjar.

Ganjar juga meminta masyarakat untuk lebih jujur dengan kondisi kesehatannya. Jika mengalami gejala Covid-19 akut seperti batuk, pusing, dan panas dengan suhu tinggi, maka disarankan untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan yang ada.

“Kalau sudah batuk, cekrah-cekreh, mumet-mumet, dan panas tinggi, segeralah melapor ke fasilitas kesehatan yang ada. Segera minta dites. Kalau bisa melakukan pemeriksaan sejak dini, kami juga bisa merespons lebih cepat untuk mengobati,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, menyebut angka kematian Covid-19 di Jateng tinggi, terutama dalam beberapa pekan terakhir. Kematian itu tidak hanya menyasar pasien Covid-19, tapi juga tenaga kesehatan (nakes) yang menangani.

Meski demikian, Yulianto tidak menyebut secara pasti berapa jumlah nakes yang mengalami kematian tersebut. Ia hanya menyatakan bahwa nakes akan kembali mendapat suntikan vaksin dari pemerintah untuk meningkatkan kekebalannya.

“Vaksin booster untuk nakes sudah kami siapkan. Pekan depan mudah-mudahan bisa dilaksanakan,” ujar Yulianto.

Yulianto menambahkan vaksin booster untuk sementara hanya diperuntukkan bagi para nakes. Alasannya, karena nakes yang kerap bersinggungan dengan pasien Covid-19 dan memiliki risiko terpapar lebih tinggi.

“Selain itu, para nakes mendapat vaksin lebih awal dibanding yang [masyarakat] lain. Kemungkinan tingkat kekebalannya sudah turun,” ujarnya.