Suami Sering Mimpi Didatangi Arwah Istri karena Tali Pocong Belum Dilepas, Kuburan di Klaten Dibongkar

Ilustrasi kematian - Pixabay
22 Juli 2021 14:27 WIB Ponco Suseno News Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Warga Bulusan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, dan sekitarnya dihebohkan dengan pembongkaran kuburan di desa setempat. Makam dibongkar karena tali pocong jenazah ternyata belum dilepas, Minggu (18/7/2021) sore.

Pembongkaran makam itu merupakan permintaan anggota keluarga dari mendiang WN, 54. Anggota keluarga tersebut sering mimpi didatangi WN.

BACA JUGA: Ada Bantuan Rp1 Juta bagi Pekerja, Cek Syaratnya!

WN adalah seorang penjual makanan di Bogor, Jabar. WN berjenis kelamin perempuan. Meski meninggal dunia di Bogor, almarhumah dimakamkan di Desa Bulusan, Kecamatan Karangdowo karena suaminya adalah warga asli Bulusan.

Pemakaman jenazah WN melibatkan sukarelawan Kecamatan Karangdowo. Meski tak terpapar virus Corona, jenazah yang dikirim oleh rumah sakit (RS) di Bogor langsung dikebumikan di tempat permakaman umum (TPU) di Bulusan, kecamatan setempat. Saat pemakaman, tim sukarelawan tak membuka peti jenazah WN yang sudah dikirim dari RS tersebut.

Selang tujuh hari dari pemakaman tersebut, yakni Minggu (18/7/2021) sore, tiba-tiba makam jenazah WN dibongkar. Gara-garanya, tali pocong jenazah WN belum dilepas. Kisah tali pocong jenazah yang belum dilepas itu kali pertama diketahui beberapa anggota keluarga mendiang WN, termasuk GY, suami mendiang WN.

GY dan salah seorang saudara kandungnya merasa sering didatangi arwah WN saat tidur. Dari kejadian yang berulang tersebut, GY menyimpulkan bahwa tali pocong mendiang WN belum dilepas.

BACA JUGA: KA Bandara YIA Ditarget Beroperasi 17 Agustus 2021

GY segera pulang ke Bulusan guna memberitahukan ke Kepala Desa (Kades) Bulusan, Heri Purwoko. Di hadapan Heri Purwoko, GY minta tolong agar kuburan mendiang WN dibongkar. Permintaan tersebut sebenarnya sempat dicegah Heri Purwoko. Namun GY tetap membulatkan tekadnya agar membongkar kuburan mendiang WN.

Berbekal dari permintaan GY tersebut, akhirnya Heri Purwoko berkoordinasi dengan tim sukarelawan Karangdowo. Pembongkaran kuburan berlangsung, Minggu (18/7/2021) sore.

"Eksekutornya, ya sukarelawan Karangdowo. Setelah dicek, ternyata tali pocongnya memang belum dilepas. Begitu sudah dilepas, jenazah dikuburkan di makam itu lagi. Pembongkaran dilakukan sukarelawan dengan memalai alat pelindung diri (APD) lengkap," kata Kades Bulusan, Kecamatan Karangdowo, Heri Purwoko, kepada JIBI, Kamis (22/7/2021).

Heri Purwoko mengatakan pembongkaran makam tersebut menjadi kejadian kali kedua dalam lima tahun terakhir. Pembongkaran makam pernah dilakukan warganya karena salah meletakkan posisi jenazah.

BACA JUGA: Kisah Pilu Mahasiswa Indekos Meninggal Akibat Covid-19

"Kurang lebih lima tahun lalu juga pernah dilakukan pembongkaran makam. Waktu itu, kepala jenazah di selatan. Setelah dikubur, ada yang ingat [tim kuburnya]. Sehingga dibongkar lagi untuk mernahke posisi jenazah," katanya.

Kapolsek Karangdowo, AKP Aleg Ipanudin, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, mengaku turut memantau pembongkaran kuburan guna melepas tali pocong di Desa Bulusan. Pembongkaran tersebut dilakukan atas permintaan dari anggota keluarga mendiang WN.

"Anggota keluarga yang meninggal dunia memang sering dipripeni. Infonya mendiang WN sering nangis dan minta dilepas. Sehingga anggota keluarganya minta tolong ke perangkat desa agar melepas tali pocongnya," katanya.

Sumber : JIBI/Solopos