Advertisement
Angka Testing Corona Turun, Ini Penyebabnya Menurut Pemerintah
Petugas medis melayani pemeriksaan tes swab PCR. - Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan soal penurunan jumlah spesimen Covid-19 dalam beberapa hari ini.
“Kalau kita lihat hari ini sudah agak naik jadi 179.000, memang seven day averages kita di 218.000, kemarin karena ada hari libur, jadi sebagian laboratorium saat itu tidak beroperasi,” katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021).
Advertisement
Meski demikian, Airlangga mengatakan pemerintah telah mengikuti standar World Health Organization (WHO), bahwa jika positivity rate di bawah 5 persen, maka testing mingguan sebanyak 1 per 1.000 penduduk.
Dia menyampaikan, pemerintah pun telah menetapkan standar testing spesimen Covid-19 terbaru berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri).
Baca juga: Sebanyak 78 Warga DIY Hari Ini Meninggal Dunia karena Covid-19
“Kemudian jika diatas 5 persen, guide line-nya berbasis jumlah penduduk di wilayah masing-masing, sudah masuk ke Inmendagri, jadi bisa dilihat secara spesifik per daerah dan per minimum testing,” jelasnya.
.jpg)
Indikator penanganan Covid-19 di Indonesia per 20 Juli./Kemenkes
Adapun sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan penurunan jumlah testing disebabkan oleh beberapa kemungkinan, seperti penurunan testing di akhir pekan atau keterlambatan input data yang berasal dari laboratorium ke pusat sistem data pemerintah.
Bisnis mencatat, berdasarkan data Satgas, jumlah spesimen yang dites pada Minggu (18/7/2021) sebanyak 192.918 sampel dan pada Senin (19/7/2021) hanya 160.686 sampel (data ini kemudian direvisi oleh Satgas dengan laporan terbaru mencapai 193.437 sampel).
Hal ini membuat tambahan kasus turun dari kisaran 50.000-an ke 34.000-an. Padahal, jika dilihat dari positivity rate, masih cukup tinggi, dengan persentase 37,66 persen. Artinya, masih banyak orang yang tidak terdeteksi positif Covid-19.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kemenkes juga sudah menargetkan untuk meningkatkan tes nasional sampai 400.000 sehari. Alih-alih naik, malah terjadi penurunan, yang sebelumnya sempat menyentuh di atas 250.000 spesimen, ke bawah 200.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
Advertisement
Dua Perahu Kandas Beruntun di Pantai Depok Bantul Empat Selamat
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik 2026, Contraflow Diberlakukan di Tol Japek Arah Jakarta
- Yaqut Kembali ke Rutan Setelah Lebaran di Rumah
- Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Bantul Diperbolehkan Tidak Masuk Kantor
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Arus Balik di Jagorawi dan Jakarta -Cikampek, Ini Pengaturannya
- Harga BBM Tertekan Irlandia Siapkan Langkah Cepat
- Pasokan Solar untuk Petani Mulai Dibatasi di Inggris
Advertisement
Advertisement







