Nakes di Inggris Tak Harus Isoman setelah Kontak dengan Pasien

Ilustrasi. - Freepik
19 Juli 2021 17:27 WIB Mediani Dyah Natalia News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Para penjaga garis depan kesehatan dan sosial di Inggris dapat langsung pulang setelah selesai bekerja. Aturan ini tetap berlaku meski mereka baru saja berkontak erat dengan pasien Covid-19. Kebijakan yang disampaikan Menteri Kesehatan pada Senin (19/7/2021) ini ditempuh dalam rangka menekan penambahan jumlah kasus positif yang meningkat drastis. 

Dilansir dari Reuters, kasus positif Covid-19 terus bertambah di Inggris dan mengakibatkan ratusan dari ribuan pekerja kesehatan dan sosial untuk isolasi mandiri di rumah selama 10 hari karena mereka diketahui berkontak erat dengan pasien Covid-19. Akibatnya, jumlah pekerja kesehatan dan sosial di sekolah, pusat bisnis hingga fasilitas kesehatan berkurang banyak. 

Guna mengatasi masalah ini sekaligus menghadapi lonjakan kasus, pemerintah mengumumkan pengecualian isolasi diberlakukan bagi mereka yang sudah menerima vaksin secara penuh. 

Aturan baru ini akan diterapkan kepada staf yang tak masuk dan dalam kondisi baik-baik saja. Namun sebelum direalisasikan, mereka harus dites dahulu dan hasilnya negatif. Tes ini dilakukan setiap hari selama mereka seharusnya menjalani isolasi mandiri. 

"Kita belajar untuk hidup berdampingan dengan virus ini. Karena itu sangat penting kita memastikan para garda terdepan ini memberikan pelayanan terbaik untuk negara," ujar Menteri Kesehatan Sajid Javid. Sajid mengaku tengah menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan positif Minggu (18/7/2021). 

Inggris berupaya mengubah paradigma dan aturan mengenai pembatasan Covid-19 unuk memulihkan perekonomian. Vaksin dilaporkan dapat mengurangi angka kematian dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit. Kendati demikian jumlah jumlah pasien positif naik 100.000 kasus per hari. 

Sementara di Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara memiliki kebijakannya masing-masing.

Sumber : Reuters