Trump Minta Netanyahu Bersiap, Opsi Serangan ke Iran Kembali Mengemuka
Trump dan Netanyahu dilaporkan membahas kemungkinan serangan baru ke Iran. Gedung Putih membantah keduanya membicarakan dimulainya kembali perang.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar tidak ada guru dan tenaga kependidikan lainnya yang terlewat untuk diberikan vaksin Covid-19.
“Saya hanya ingin sampaikan agar setelah anak-anak divaksinasi, juga tolong dicek agar guru-guru, petugas-petugas sekolah jangan sampai ada yang terlewat vaksinasinya,” kata Presiden Jokowi saat menyapa para peserta vaksinasi COVID-19 bagi pelajar SMP-SMA melalui telekonferensi video dari Istana Merdeka Jakarta, Rabu.
Presiden Jokowi menjelaskan vaksinasi COVID-19 bagi para pelajar dan guru dapat mempercepat terciptanya kekebalan komunitas di Indonesia.
“Kita ingin mendorong agar vaksinasi ini semuanya bisa dipercepat, sehingga bisa tercapai kekebalan komunal dan kita bisa terhindar dari Covid-19,” ujarnya.
Saat berbincang melalui virtual dengan Kepala SMP Negeri 103 DKI Jakarta, Kepala Negara juga mempertanyakan realisasi vaksinasi COVID-19 kepada para guru. “Bagaimana dengan guru, apakah sudah divaksin ?,” tanya Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi kembali menekankan seluruh guru harus mendapat vaksin Covid-19. “Gurunya harus 100 persen divaksin loh Pak,” kata Presiden kepada Kepala SMP Negeri 103 DKI Jakarta.
“Alhamdulillah sudah. Kalau yang belum itu yang [memiliki] komorbid, ada juga yang menunggu gula darahnya turun,” jawab Kepala Sekolah.
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyapa para pelajar yang menjadi peserta vaksinasi dan masyarakat umum yang menerima vaksin dari rumah ke rumah (door to door).
Baca juga: 25 Persen Pedagang Pasar di Bantul Telah Divaksin
Vaksinasi pelajar dan rumah ke rumah pada Rabu ini digelar serentak di 32 lokasi yang tersebar di 15 kabupaten/kota dan 14 provinsi.
Presiden menyapa para pelajar dan menanyakan mengenai situasi pembelajaran daring. Ia juga mengingatkan para pelajar untuk tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah mendapatkan vaksin COVID-19.
“Hati-hati, jaga jarak, pakai maskernya, jangan berkerumun. Selamat belajar dan terus belajar,” kata Presiden Jokowi kepada Vania, salah satu siswi SMP Negeri 103 Cijantung, DKI Jakarta.
Kepala Negara juga berbincang dengan para pelajar SMA Negeri 1 Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, SMA Negeri 1 Sentani, Papua, para tenaga pengajar dan masyarakat umum peserta vaksinasi dari rumah ke rumah.
“Jadi ini masih pandemi. Memang bulan Juli 2021 rencana belajar tatap muka, tapi karena penyebaran virus COVID-19 meningkat, sehingga rencana itu ditunda dulu. Memang saya mendengar anak-anak sudah ingin kembali sekolah tatap muka, ingin bertemu teman-temannya, ingin belajar kelompok, ingin bertemu guru. Semua punya keinginan seperti itu, tapi kita semua harus hati-hati karena penyebaran COVID-19 masih terjadi,” kata Presiden Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Trump dan Netanyahu dilaporkan membahas kemungkinan serangan baru ke Iran. Gedung Putih membantah keduanya membicarakan dimulainya kembali perang.
Virtus Technology memperkuat bisnis software dan keamanan siber di tengah lonjakan harga komponen IT serta kendala rantai pasok global.
BGN menargetkan 1.000–5.000 SPPG menerapkan MBG prasmanan hingga akhir 2026. Skema ini diharapkan meningkatkan konsumsi makanan siswa.
Sagon Gulung Makmur di Bantul kembali berproduksi setelah sempat berhenti. Usaha keluarga sejak 1991 ini kini menghasilkan 250 biji per hari.
Kabut asap membuat sekolah di tujuh kecamatan Morowali menerapkan PJJ setelah indeks kualitas udara mencapai 208 atau kategori sangat tidak sehat.
Adrian Purzycki kembali bisa bermain saat PSIM Jogja menjamu PSM Makassar. Laskar Mataram memburu kemenangan perdana di Super League 2026/2027.