Risiko Tinggi, BPJamsostek Sleman Genjot Perlindungan Ojek Online
BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Sleman tingkatkan perlindungan ojek online. Risiko tinggi di jalan jadi alasan utama dorong kepesertaan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar tidak ada guru dan tenaga kependidikan lainnya yang terlewat untuk diberikan vaksin Covid-19.
“Saya hanya ingin sampaikan agar setelah anak-anak divaksinasi, juga tolong dicek agar guru-guru, petugas-petugas sekolah jangan sampai ada yang terlewat vaksinasinya,” kata Presiden Jokowi saat menyapa para peserta vaksinasi COVID-19 bagi pelajar SMP-SMA melalui telekonferensi video dari Istana Merdeka Jakarta, Rabu.
Presiden Jokowi menjelaskan vaksinasi COVID-19 bagi para pelajar dan guru dapat mempercepat terciptanya kekebalan komunitas di Indonesia.
“Kita ingin mendorong agar vaksinasi ini semuanya bisa dipercepat, sehingga bisa tercapai kekebalan komunal dan kita bisa terhindar dari Covid-19,” ujarnya.
Saat berbincang melalui virtual dengan Kepala SMP Negeri 103 DKI Jakarta, Kepala Negara juga mempertanyakan realisasi vaksinasi COVID-19 kepada para guru. “Bagaimana dengan guru, apakah sudah divaksin ?,” tanya Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi kembali menekankan seluruh guru harus mendapat vaksin Covid-19. “Gurunya harus 100 persen divaksin loh Pak,” kata Presiden kepada Kepala SMP Negeri 103 DKI Jakarta.
“Alhamdulillah sudah. Kalau yang belum itu yang [memiliki] komorbid, ada juga yang menunggu gula darahnya turun,” jawab Kepala Sekolah.
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyapa para pelajar yang menjadi peserta vaksinasi dan masyarakat umum yang menerima vaksin dari rumah ke rumah (door to door).
Baca juga: 25 Persen Pedagang Pasar di Bantul Telah Divaksin
Vaksinasi pelajar dan rumah ke rumah pada Rabu ini digelar serentak di 32 lokasi yang tersebar di 15 kabupaten/kota dan 14 provinsi.
Presiden menyapa para pelajar dan menanyakan mengenai situasi pembelajaran daring. Ia juga mengingatkan para pelajar untuk tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah mendapatkan vaksin COVID-19.
“Hati-hati, jaga jarak, pakai maskernya, jangan berkerumun. Selamat belajar dan terus belajar,” kata Presiden Jokowi kepada Vania, salah satu siswi SMP Negeri 103 Cijantung, DKI Jakarta.
Kepala Negara juga berbincang dengan para pelajar SMA Negeri 1 Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, SMA Negeri 1 Sentani, Papua, para tenaga pengajar dan masyarakat umum peserta vaksinasi dari rumah ke rumah.
“Jadi ini masih pandemi. Memang bulan Juli 2021 rencana belajar tatap muka, tapi karena penyebaran virus COVID-19 meningkat, sehingga rencana itu ditunda dulu. Memang saya mendengar anak-anak sudah ingin kembali sekolah tatap muka, ingin bertemu teman-temannya, ingin belajar kelompok, ingin bertemu guru. Semua punya keinginan seperti itu, tapi kita semua harus hati-hati karena penyebaran COVID-19 masih terjadi,” kata Presiden Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Sleman tingkatkan perlindungan ojek online. Risiko tinggi di jalan jadi alasan utama dorong kepesertaan.
Audit internal BGN masih berlangsung usai pergantian pimpinan. Pemerintah akan mengumumkan hasil evaluasi Program Makan Bergizi Gratis.
Presiden Prabowo mengganti pimpinan BGN setelah evaluasi 1,5 tahun. SOP, tata kelola, dan kualitas makanan MBG menjadi sorotan.
SPMB SMA-SMK Bantul 2026 mulai tahap input data. Kuota SMA dan SMK negeri mencapai 9.216 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027.
Psikolog mengungkap penyebab sindrom pasca-haji. Jamaah haji bisa mengalami kerinduan mendalam pada Tanah Suci akibat pengalaman spiritual yang kuat.
Layvin Kurzawa resmi meninggalkan Persib Bandung usai BRI Super League 2025/2026. Eks PSG itu menyampaikan pesan emosional untuk Bobotoh.