Sudah Ada di 30 Negara, Varian Lambda Diprediksi Lebih Menular Dibanding Delta

Virus corona varian Lambda - JIBI/Bisnis.com
07 Juli 2021 19:07 WIB Jessica Gabriela Soehandoko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Seorang profesor memprediksi virus corona varian Lambda cenderung lebih menular daripada varian Delta.

Berdasarkan dari radar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kini strain Lambda telah terlihat di 30 negara. Varian ini diperkirakan berasal dari Peru, dengan mendominasi hampir 81 persen kasus di negara itu sejak April.

Dokter di Amerika Selatan mengkhawatirkan varian ini lebih menular dibanding varian lainnya, berdasarkan kecepatan varian tersebut menyebar di negara Peru selama empat bulan terakhir.

Sesuai dengan pernyataan dari WHO, Profesor Pablo Tsukayama dari Universitas Cayetano Heredia bahkan menyatakan varian Lambda tersebut bertanggung jawab atas 82 persen kasus saat ini di Peru.

Varian Lambda yang dikenal dengan C.37, ditandai oleh WHO sebagai “Variant of interest” pada bulan lalu, dikarenakan penularannya yang cukup tinggi.

Saat ini, memang masih belum diketahui apakah varian ini akan menyalip varian Delta, dan belum ada peneliti yang menetapkan bahwa virus ini cenderung lebih menular dibanding jenis yang ada.

Dr Jeffrey Barrett, kepala Inisiatif Genomics Covid-19 Inggris di Welcome Sanger Institute, mengatakan kepada Financial Times bahwa peneliti tertarik dengan satu mutasi yang disebut L425Q, yang mirip dengan mutasi L452R untuk berkontribusi pada infeksi varian Delta yang tinggi.

"Lambda memiliki pola unik dari tujuh mutasi pada protein lonjakan yang digunakan virus untuk menginfeksi sel manusia” Ucapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com