Benarkah Vaksin AstraZeneca Butuh Dosis Ketiga untuk Tingkatkan Antibodi?

Vaksin Covid-19 AstraZeneca - Antara
29 Juni 2021 18:37 WIB Jessica Gabriela Soehandoko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dengan menerima dua dosis vaksin, dinilai berkontribusi untuk meningkatkan respon kekebalan dari varian Covid. Namun, apakah dengan dosis ketiga akan semakin meningkatkan kekebalan?

Berdasarkan dari fenomena melonjaknya virus corona di Inggris, dan sebagian besar populasi kini telah divaksinasi, menunjukan bahwa dua suntikan vaksin dapat meningkatkan kekebalan yang efektif, terutama dalam varian Delta.

Namun berapa lama kekebalan tersebut dapat bertahan, muncul kekhawatiran jika ada momok virus varian baru. Oleh karena itu, para peneliti melakukan studi untuk memberi orang dosis ketiga yakni vakin AstraZeneca.

Profesor Sir Andrew Pollard, kepala Oxford Vaccine Group sebelumnya mengatakan bahwa dari data Public Health England (PHE), sebenarnya dengan dosis sebanyak dua kali sudah lebih mencegah sebanyak 90 persen dari resiko dirawat di rumah sakit. Namun belum ada indikasi hari ini bahwa kita memerlukan tersebut, dan perlu diperhatikan seiring dengan berjalannya waktu.

Selain itu, Pollard juga menambahkan bahwa kekebalan di dalam tubuh manusia cukup pintar. Kekebalan tubuh kita akan terus mengingat bahwa kita sudah divaksinasi, dan akan membuat respon kekebalan yang lebih kuat lagi. Hal ini diharapkan dapat melindungi kebanyakan orang dari penyakit parah.

Sebuah studi Universitas Oxford menemukan bahwa memberi orang dosis ketiga lebih dari enam bulan setelah yang kedua menyebabkan peningkatan substansial dalam antibodi dan meningkatkan kemampuan sel-T tubuh untuk melawan virus corona, termasuk variannya.

Profesor Institut Jenner di Oxford, Teresa Lambe mengatakan bahwa dosis ketiga dapat ditoleransi dengan baik, dan secara signifikan dapat meningkatkan respons antibodi, sesuai dengan respon setelah dosis kedua.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Meningkat, Pemda DIY Efektifkan PPKM Mikro

Lambe juga mengatakan bahwa dengan meningkatnya antibodi penetralisir terhadap sejumlah varian, maka dengan dosis ketiga, peningkatan antibodi terhadap Alpha, Beta dan Delta juga meningkat.

Peneliti menemukan temuan ini dengan studi pracetak, yang belum ditinjau oleh rekan sejawat, yakni sekitar 90 orang yang menerima dosis ketiganya, dapat ditoleransi dengan baik dalam hal efek samping.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa dengan penundaan yang lama dengan dosis pertama dan kedua yakni pada vaksin Oxford/AstraZeneca yakni hingga 45 minggu, dapat meningkatkan respon imun. Temuan ini penting bagi negara-negara dengan pasokan vaksin yang terbatas.

Temuan tersebut muncul ketika AstraZeneca dan pihak Universitas Oxford memulai uji klinis baru, yakni menguji vaksin yang dimodifikasi untuk varian Beta.

Sumber : Bisnis.com