UMKM Didorong Perluas Akses Pasar Online Lewat e-Smart IKM

Direktur Jenderal IKM dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih. - Ist/Dok.
23 Juni 2021 05:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kementerian Perindustrian mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menggunakan teknologi digital atau secara online dan memperluas akses pasar melalui marketplace, salah satunya melalui program e-Smart Industri Kecil Menengah (IKM).

Direktur Jenderal IKM dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan IKM yang mengikuti e-Smart IKM nantinya akan dibekali keterampilan yang sesuai agar bisa memanfaatkan marketplace untuk berjualan secara maksimal. Program e-Smart IKM memberikan edukasi dalam bentuk pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku IKM untuk mampu memasarkan produknya lewat platform digital.

BACA JUGA : Festival Joglosemar Dorong Peningkatan IKM & UKM

“Selain melalui Making Indonesia 4.0, kami mendorong peningkatan penggunaan produksi dalam negeri [P3DN] yang sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada Mei 2020,” kata dalam pembukaan workshop e-Smart IKM Aneka, Kimia, Sandang, dan Kerajinan secara daring, Selasa (22/6/2021).

Hadirnya Gernas BBI untuk mendorong pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mencintai dan membeli produk lokal. Dengan tujuan 6,1 juta UMKM onboarding di marketplace. Oleh karena itu, Kemenperin secara konsisten memberdayakan pelaku IKM melalui program e-Smart IKM.

“Program inisebagai salah satu langkah dalam mengimplementasikan Making Indonesia 4.0. Program e-Smart IKM sudah berjalan sejak tahun 2017 dan telah melatih 13.184 pelaku IKM di seluruh Indonesia untuk mengembangkan akses pasar IKM," katanya.

Pemerintah akan terus mengupayakan langkah pemulihan ekonomi nasional dengan terus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Penggunaan produk dalam negeri pada belanja pemerintah adalah wajib jika tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produk mencapai 40%.

Adapun potensi belanja barang dan modal pemerintah pusat tahun 2021 mencapai sebesar Rp607,7 triliun. Oleh karena itu melalui e-Smart IKM ini, diharapkan IKM masuk dalam e-purchasing pemerintah atau Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

BACA JUGA : Penerima Fasilitas KITE IKM Jogja Kini Genap Menjadi 16 

"Ini merupakan kesempatan IKM untuk mendapatkan manfaat dari potensi belanja pemerintah yang cukup besar tersebut," ucapnya

Workshop e-Smart IKM di DIY kali ini diikuti sebanyak 250 IKM komoditas mainan, alat olahraga, alat musik, kerajinan, fesyen, homecare, alat musik, pakaian bayi, perlengkapan kebersihan, dan makanan. Sebanyak 50 IKM hadir secara offline dengan protokol kesehatan ketat dan 200 peserta secara online.

Sumber : Antra