Advertisement
Benarkah Matahari Terbit dari Utara? NASA Ungkap Berapa Usia Matahari
Pada Juni, akan terjadi gerak semu matahari yang menyebabkan matahari seolah-olah terbit dari utara. Foto: Wisatawan mengabadikan keindahan matahari di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Belakangan muncul unggahan di media sosial yang menyampaikan matahari terbit dari Utara. Apakah hal tersebut benar? Apakah karena usia matahari yang tua, sehingga terjadi perubahan terbit?
Matahari biasanya terbit dari Timur, tetapi akan ada perubahan terbit matahari setiap tahunnya. BMKG mengungkapkan bahwa akan ada fenomena tiap tahun pergeseran arah terbit Matahari yakni terbit dari Utara.
Advertisement
Pergerakan Matahari yang seolah-olah terbit dari utara biasanya terjadi pada Juni, tetapi puncaknya pada 21 Juni. Hal ini terjadi, bukan karena Matahari yang berpindah lokasi, tetapi karena revolusi Bumi terhadap Matahari dan rotasi Bumi.
Revolusi Bumi juga akan menimbulkan gerak semu tahunan Matahari, sehingga Matahari seolah-olah terbit dari utara. Setiap Juni, akan terjadi pergeseran terbit Matahari, sehingga Matahari bergeser ke arah Utara Bumi.
Rotasi Bumi adalah berputarnya Bumi pada porosnya. Bumi berputar ke arah Timur, atau jika dilihat dari Utara, melawan arah jarum jam. Akibat pergerakan pada sumbunya, setiap daerah di Bumi mengalami siang dan malam, dengan durasi siang dan malam yang berbeda pada tiap bagian.
Rotasi dan revolusi Bumi terhadap Matahari akan menimbulkan jarak terdekat kutub utara dan Matahari, yang terjadi setiap tanggal 21 Juni. Pada tanggal ini maka, akan melihat Matahari akan bergeser sekitar 23,5 derajat ke arah utara.
Kondisi ini juga akan menyebabkan beberapa daerah dekat kutub utara mengalami siang selama 24 jam. Namun, beberapa daerah di sekitar kutub selatan bisa mengalami malam selama 24 jam.
Meskipun gerak semu Matahari terbit dari utara terjadi setiap tahun, tetapi ada saja pihak yang menghembuskan rumor bahwa fenomena tersebut menjadi tanda kiamat. BMKG menyayangkan hal tersebut, apalagi hingga ada oknum yang menghubungkan kondisi tersebut dengan kiamat.
Mengutip dari NASA, Jumat (18/6/2021), tertulis bahwa usia Matahari sudah 4,5 miliar tahun. Apakah usia tersebut bisa disebut tua? Bagaimana cara mendeteksi usia Matahari?
“Kami melihat usia seluruh tata surya, semuanya berkumpul pada waktu yang sama. Untuk mendapatkan umur ini, kami mencari hal-hal tertua yang dapat kami temukan,” seperti dikutip dari laman NASA, Jumat (18/6/2021).
NASA mengatakan bahwa astronot yang pergi ke luar angkasa membawa batu-batuan dari bulan dan dari planet lain untuk diteliti. Para ilmuwan bekerja untuk mencari tahu usia planet, bintang dan Matahari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
Advertisement
Advertisement








