Belum Genap Satu Semester, Angka Bunuh Diri di Gunungkidul Capai 22 Kasus

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
16 Juni 2021 17:07 WIB David Kurniawan News Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jajaran Polres Gunungkidul hingga pertengahan Juni mencatat ada 22 kasus bunuh diri. Jumlah ini mendekati angka bunuh diri yang terjadi di 2020 yang mencapai 29 kasus.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, bunuh diri menjadi peristiwa yang sering terjadi di wilayah hukum di Bumi Handayani. Total hingga pertengahan Juni ada ada 22 kasus bunuh diri. Adapun kasus terakhir terjadi di Kapanewon Semin yang dilakukan seorang perempuan paruh baya dengan cara gantung diri di rumahnya di Kalurahan Semin. “Mudah-mudahan tidak bertambah lagi,” katanya, Rabu (16/6/2021).

Dia menjelaskan, dari jumlah ini kasus bunuh diri didominasi dengan cara gantung diri. Meski demikian, ada beberapa kasus pelaku nekat mengakhiri hidup dengan cara minum racun.

Menurut Suryanto, kasus bunuh diri harus menjadi perhatian bersama. Rata-rata pelaku nekat melakukan aksinya tersebut karena depresi, salah satunya karena penyakit yang diderita tidak kunjung sembuh. “Jumlahnnya mendekati angka kejadian di 2020 yang mencapai 29 kasus. sedangkan tahun ini, masih ada waktu sekitar enam bulan lagi,” katanya.

Baca juga: Hajatan Akan Dibatasi, Pemda DIY Siapkan Aturan

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, ia terus berupaya untuk menekan angka bunuh diri. Upaya penanggulangan juga menggandeng kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk mengkaji tentang adanya fenomena tersebut. “Kami terus berupaya untuk melakukan penanggulangan,” katanya.

Meski demikian, Sunaryanga mengakui fenomena bunuh diri di Gunungkidul bukan perkara yang mudah untuk ditangani. Ia pun harus berhadapan dengan fenomena lain seperti pernikahan dini dan perceraian.

“Fenomena sosial di masyarakat harus diatasi, tapi tidak mudah karena butuh proses dan tidak serta merta bisa langsung diselesaikan,” katanya.