Ketua DPRD Kabupaten Magelang Ajak Reformasi Kerja dengan Gerak Cepat dan Inovatif

Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Saryan Adiyanto memberi sambutan pada Musrenbang Perubahan RPJMD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024, Kamis (10/6/2021), yang digelar secara virtual. - Ist/dok
11 Juni 2021 16:27 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG-- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magelang Saryan Adiyanto memberikan sejumlah sorotan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perubahan RPJMD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024. Di awal, ia mengingatkan pentingnya persatuan di tengah perbedaan.

"Di rumah Pancasila ini, kita hidup rukun tanpa dibeda-bedakan latar belakang agama, asal usul suku, perbedaan ras, maupun golongan. Kita harus berani menerima era keterbukaan sejagad, namun tidak boleh kehilangan persatuan dan persaudaraan," kata Saryan Adiyanto, dalam sambutannya pada Musrenbang Perubahan RPJMD Kabupaten Magelang Tahun 2019-2024, Kamis (10/6/2021), yang digelar secara virtual.

Di dalam era digital, lanjutnya, informasi bergerak cepat sehingga penyelenggara pemerintahan tidak boleh berhenti berkreasi dan berinovasi. Dibutuhkan terobosan-terobosan baru untuk menjawab harapan rakyat yang makin meningkat, dan lompatan-lompatan kemajuan untuk meningkatkan kepercayaan dan kecintaan masyarakat.

Baca juga: Tidak Ada yang Lolos Jalur Cerdas Istimewa PPDB SD di Kota Jogja

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menyambut hangat terselenggaranya Musrenbang Perubahan RPJMD Kabupaten Magelang 2019-2024, agar bisa menjadi titik awal kebangkitan baru, penyesuaian baru dan lompatan lompatan baru. Ini menjadi saat untuk membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan, pendidikan dan pariwisata.

Saryan Adiyanto juga menekankan perlunya reformasi fundamental dalam cara bekerja. Pola pikir dan etos kerja harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan penggunaan anggaran sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi harus diprioritaskan.

"Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus mendewasakan," tegasnya.

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi Bupati Magelang dan jajarannya yang telah sukses menekan laju penularan Covid-19. Bahkan kurang dari 1 persen penduduk Kabupaten Magelang yang terkena virus ini. Menurutnya, perjuangan untuk menghambat penyebaran Covid-19, mengobati yang sakit, dan mencegah kematian sudah luar biasa dilakukan. Selanjutnya, ia mengajak agar peristiwa pandemi ini menjadi motivasi untuk reformasi fundamental di sektor kesehatan.

Baca juga: Dilema Sri Mulyani: Mobil untuk Warga Mampu Diberi Insentif Tapi Sembako Dipajaki

Pemulihan ekonomi juga harus didorong untuk cepat bergerak, bantuan sosial bagi masyarakat melalui berbagai program stimulus perlu dilakukan kembali. BUMD perbankan didorong untuk membantu UMKM memperoleh bantuan modal darurat, membantu pembelian produk-produk mereka dan membantu tenaga kerja yang menjadi korban. "Percepatan pelaksanaan kegiatan dan keterserapan anggaran saya dorong supaya terus dimaksimalkan oleh pemerintah Kabupaten Magelang. Supaya uang yang beredar semakin banyak," jelasnya.

Terkait perluasan kesempatan kerja dan investasi, ia menekankan perlunya penataan regulasi untuk perekonomian yang adil bagi seluruh masyarakat khususnya Kabupaten Magelang. Pemerintah daerah harus mendorong dan menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas seluas-luasnya. Berbagai kebijakan belanja daerah diharapkan dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan, pengurangan tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, serta indeks pembangunan kualitas manusia (IPM).

"Kami juga meminta supaya pemerintah daerah mendorong alokasi dana desa untuk pemulihan ekonomi desa dan pengembangan sektor prioritas, seperti teknologi informasi dan komunikasi, pembangunan desa wisata, dan mendukung ketahanan pangan," katanya.

Di dunia pendidikan, pemerintah daerah juga wajib memastikan akses belajar bagi seluruh warga hingga ke pelosok daerah.  "DPRD Kabupaten Magelang akan responsif dan mendukung program program Pemerintah Kabupaten Magelang. Agenda agenda legislasi untuk percepatan program masyarakan akan kita laksanakan seefektif mungkin," katanya.