Seluruh Pesisir Pantai Jawa Timur Berisiko Diterjang Tsunami 29 Meter

Pemasangan alat pendeteksi tsunami buoy di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. - Twitter @bppt_ri
07 Juni 2021 13:37 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan potensi tsunami setinggi 29 meter di pesisir selatan Jawa Timur (Jatim).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, bahwa seluruh pesisir selatan Jawa Timur berpotensi diterjang gelombang setinggi 26-29 meter.

“Hasil analisis untuk wilayah Jawa Timur, seluruh pesisir itu potensinya tinggi maksimum 26-29 meter. Di Kabupaten Trenggalek itu tinggi maksimumnya. Waktu tiba tercepat datangnya tsunami 20-24 menit di Kabupaten Blitar,” ungkapnya pada webinar pada 2 Juni 2021, dikutip Senin (7/6/2021).

Selain itu, berdasarkan hasil analisis BMKG, gelombang tinggi juga akan mencapai Pacitan dengan ketinggian sekitar 25-28 meter dan waktu datangnya 26-29 menit.

“Ini di seluruh pantai sepanjang pesisir Jawa Timur sudah ada data hasil analisis, saya persilakan dijadikan acuan selanjutnya, dan ini kami juga melakukan beberapa pemetaan di wilayah kabupaten yang tingkat risikonya tinggi,” katanya.

Pada tabel yang ditayangkan BMKG dalam webinar tersebut ada beberapa pantai lainnya yang berpotensi dilanda tsunami yaitu: Pantai Teluk Sumbreng Trenggalek maksimal 22 meter, Pantai Popoh Tulung Agung maksimal 30 meter, Pantai Muncar Banyuwangi 18 meter, Pantai Pancer Banyuwangi 12 meter.

Kemudian, ada pula Pantai Teluk Pacitan maksimal 22 meter, Pantai Pasirian Lumajang 18 meter, dan Pantai Tempursari Lumajang 18 meter.

Selain gelombang, ada pula potensi mengalami genangan, bukan tinggi gelombang di pinggir pantai.

Genangan dapat mencapai 22 meter dan masuknya cukup jauh ke dalam, di antaranya di pantai Sumbreng Trenggalek.

“Kami sudah sampaikan ke bapak bupati langsung untuk antisipasi lanjut. Di Pantai Prigi juga, kemudian di Tulung Agung ini juga zona merah,” sebutnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com