Kemenparekraf Segera Gelontorkan Rp60 Miliar bagi Industri Kreatif

Menparekraf Sandiaga Uno - Kemenparekraf
06 Juni 2021 17:27 WIB M Faisal Nur Ikhsan News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Deputi Bidang Industri dan Investasi menyelenggarakan program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) pada 2021.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno optimis bahwa program tersebut dapat memberikan dampak yang positif bagi dunia usaha di Indonesia, khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“BIP menurut saya adalah terobosan yang mudah-mudahan bisa membawa kita keluar dari pandemi ini,” jelas Sandi saat membuka sosialisasi program BIP di Borobudur, Magelang, Jumat (4/6/2021) lalu.

Rencananya, Kemenparekraf bakal menyalurkan dana hibah sekitar Rp60 miliar kepada 7 sub sektor usaha. Beberapa subsektor tersebut adalah kuliner, fesyen, kriya, pengembang aplikasi, game, film, dan juga pariwisata.

“Ini adalah sektor-sektor yang sudah kami pilih agar bisa memberikan satu semangat, karena Indonesia ini akan menjadi Indonesia Emas di tahun 2045. Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar nomor 5 di dunia, jadi juara dunia. Ini kita bisa lihat bahwa subsektor-subsektor ini yang kita punya peluang untuk jadi juara dunia,” jelas Sandi.

BIP sendiri merupakan program hibah berupa bantuan penambahan modal kerja. Melalui program tersebut, Kemenparekraf berusaha meningkatkan kapasitas usaha para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif di tanah air.

Program tersebut juga bukan yang pertama kali dilakukan. Tercatat, program ini sudah berjalan selama 5 tahun. Pada tahun 2017, BIP disalurkan kepada 34 penerima dari 19 subsektor kuliner dan 15 aplikasi digital dan pengembang game. Masing-masing mendapatkan sekitar Rp2,6 miliar.

Pada tahun 2018, Kemenparekraf menambahkan subsektor fesyen dan kriya sebagai target penerima dana hibah. Ada 52 penerima dengan dana lebih dari Rp4 miliar yang berhasil disalurkan. Sejak tahun 2019, Kemenparekraf terus menambah anggaran dana hibah serta sub sektor usaha penerima dana hibah tersebut.

Sandi menyebut bahwa program BIP tersebut merupakan salah satu peluang yang mesti bisa dimanfaatkan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Ini adalah kesempatan kita untuk mengambil peluang di tengah pandemi. Saya ingin menginspirasi, jika saya waktu itu bisa membangun usaha tanpa BIP, bapak-bapak dan ibu-ibu memiliki peluang yang lebih besar karena sekarang pemerintah hadir. Pemerintah memberikan uluran tangan,” jelas Sandi kepada peserta sosialisasi

 

Sumber : JIBI/Bisnis.com