Sandiaga: Desa Wisata Adalah Bentuk Adaptasi di Tengah Pandemi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno naik andong dalam kegiatan Sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2021 di Balkondes Candirejo, Borobudur, Jumat (4/6/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari
05 Juni 2021 05:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan desa wisata menjadi bentuk adaptasi di tengah Covid-19.

Hal itu diungkapkan Sandiaga saat mengunjungi Desa Wisata Candirejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (4/6/2021). Sandiaga hadir didampingi artis Ananda Omesh dan Mitty Zasia dalam rangka menyosialisasikan acara Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2021, yang berlangsung mulai 22 Mei hingga 26 Juni 2021.

"Tadi saya sudah WA sama Pak Ganjar [Gubernur Jawa Tengah], kita berharap dari Provinsi Jawa Tengah ini akan memasukkan desa-desa wisata yang tentunya sudah berkelas dunia seperti Karangrejo, Candirejo dan beberapa desa wisata lainnya. Harapan kami akan ada 500 desa wisata yang akan ikut berpartisipasi," ujar Sandiaga, usai kegiatan.

Baca juga: Kemenag Bantah Terburu-buru Batalkan Pemberangkatan Haji 2021

Ia mengatakan desa wisata merupakan bentuk adaptasi di tengah Covid-19. Pandemi telah memaksa pelaku wisata untuk mengadopsi keterampilan baru, dan desa wisata ini menjadi andalan Kemenparekraf untuk mendongkrak pariwisata karena personalized (pribadi), localized (lokal) dan small insized (jumlah kecil).

"Saya harapkan desa wisata yang sudah tersertifikasi secara berkelanjutan ini bisa menginspirasi. Jadi ini adalah bentuk kebijakan yang berpihak kepada masyarakat pada lini terbawah. Hari ini kita hadir menjadi Rojali, Rombongan Jadi Beli. Jadi tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu. Terakhir, desa wisata ini adalah simbol kebangkitan ekonomi nasional," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno juga meninjau stan-stan UMKM yang tersedia di Balkondes Candirejo. Ia juga memborong beberapa produk UMKM yang tersedia seperti keripik tempe dan batik.

Baca juga: Pekan Depan, Pedagang Pasar di Sleman Mulai Diberi Vaksin Covid-19

Kepala Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Nugroho menjelaskan Pemerintah Provinsi Jateng dan kabupaten dan kota di wilayah ini memberikan stimulasi dana pengembangan desa wisata dalam tiga strata yaitu desa wisata rintisan, desa wisata berkembang dan desa wisata maju.

"Artinya kami juga akan menyambut kebijakan dari Pak Sandiaga supaya ada sinkronisasi. Ada inisiasi, bukan hanya membangun desa, tetapi desa membangun, itulah konsep negara hadir yang kita inspiring-kan kepada desa," jelasnya.

Bentuk dukungan diwujudkan melalui dana bagi desa wisata berasal dari APBD mulai Rp100 juta untuk desa wisata rintisan, Rp500 juta untuk desa wisata berkembang, dan Rp1 Miliar bagi desa wisata maju.

"Harapan kami, desa wisata yang maju nanti dapat bersaing dalam kancah internasional," katanya.