Mayoritas Pasien Covid-19 Meninggal karena Gagal Napas

Sejumlah tenaga kesehatan membawa peti berisi jenazah di halaman RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (24/9/2020). - Antara/FB Anggoro
04 Juni 2021 18:47 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Subbidang Optimalisasi Fasilitas Kesehatan Satgas Covid-19 Fathiyah Isbaniyah mengatakan berdasarkan hasil kajian audit mortalitas pada periode Mei - September 2020, sebagian besar pasien Covid-19 meninggal akibat gagal napas.

“Oleh sebab itu, tata laksana pendekatan pada kasus Covid-19 dengan pneumonia derajat berat atau kritis adalah dengan pemberian terapi oksigen,” kata Fathiyah dikutip dari YouTube BNPB, Jumat (4/6/2021).

Walhasil, Satgas meminta kepada seluruh fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit rujukan Covid-19 untuk memperkuat peralatan terapi oksigen seperti ventilator.

"Pengetahuan dokternya juga harus dioptimalkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, sebagai langkah konkret, Satgas Covid-19 melalui BNPB, Kementerian Kesehatan dan pihak terkait lainnya telah melakukan peningkatan pengetahuan atau ilmu terkait tata laksana penanganan pasien Covid-19 mulai yang bergejala sedang hingga berat.

Adapun, secara hasil kajian mortality audit yang dilakukan Satgas di 10 RS rujukan dan 9 RS nonrujukan di DKI Jakarta serta 14 RS rujukan dan 7 RS non-rujukan di Jatim pada Mei - September 2020 didapatkan hasil rerata kematian mencapai 50 persen. 

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander K. Ginting menyampaikan bahwa kajian itu dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan angka kematian akibat Covid-19.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia