Malaysia Bersiap Hadapi Kondisi Terburuk akibat Covid

Ilustrasi - Suasana jalan kosong di Jalan Bulatan Kampung Pandan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2020). Sejumlah jalan raya di Malaysia menjadi sepi setelah pemerintah mengumumkan lockdown nasional selama dua minggu. - Bloomberg/Samsul Said
25 Mei 2021 18:47 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Malaysia melaporkan rekor baru 7.289 kasus Covid-19. Hal itu sekaligus menjadi rekor tertinggi infeksi harian sejak dimulainya pandemi di Malaysia.

Ini kali pertama jumlah kasus baru menembus angka 7.000 di Malaysia. Menurut catatan, kasus harian Malaysia dua hari lalu sebanyak 6.976 infeksi baru.

Tidak hanya itu, negara tersebut mencatat lebih dari 6.000 kasus Covid-19 baru setiap hari selama tujuh hari berturut-turut. Kini, Malaysia tengah berjuang menahan gelombang ketiga Covid-19.

Lonjakan itu telah membuat rumah sakit kekurangan tempat tidur untuk unit perawatan intensif (ICU).

Wilayah Lembah Klang menyumbang lebih dari sepertiga kasus baru. Selangor mencatat 2.642 kasus, sedangkan Kuala Lumpur melaporkan 604 kasus.

Negara bagian Negeri Sembilan dan Pahang masing-masing melaporkan 410 dan 211 kasus. Johor melaporkan 664 kasus baru, sedangkan Penang mencatat 380 kasus. Informasi lebih lanjut akan diberikan oleh kementerian kesehatan pada malam ini.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah memperingatkan bahwa kasus Covid-19 harian Malaysia mengikuti "tren eksponensial".

“Maraknya kasus mulai 1 April 2021 bisa memicu lonjakan vertikal. Kami perlu bersiap untuk yang terburuk,” ujarnya dalam tweet pada Selasa (25/5/2021), seperti dikutip ChannelNewsAsia.com.

Noor Hisham mendesak masyarakat tetap tinggal di rumah untuk memutus rantai penularan.

“Mengabaikan fakta dan data tidak akan membantu dan masyarakat diminta untuk diam di rumah,” ujarnya.

Malaysia mencatat rekor 61 kematian kemarin dan ada 711 pasien di ICU yang juga merupakan rekor baru.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia