Tegaskan Belum Ada Orang Meninggal karena Vaksin, Komnas KIPI: Karena Penyebab Lain

Bio Farma hingga Selasa (27/4/2021) telah menerima 4.965.600 dosis vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. - Antara/HO Humas Bio Farma
18 Mei 2021 13:27 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan menyetop sementara penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 setelah adanya dugaan seorang pria meninggal usai melakukan vaksinasi. Namun, Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) mengatakan belum pernah ditemukan adanya kasus orang sampai meninggal setelah divaksinasi.

Hingga kini, berdasarkan data Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

“Beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi Covid-19 karena penyebab lain, bukan akibat vaksinasi yang diterimanya,” tegas Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan, mengutip keterangan resmi Kemenkes, Selasa (18/5/2021).

Juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi juga menegaskan, bahwa batch vaksin AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan, sehingga masyarakat tidak perlu ragu.

Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Terjadinya Suhu Panas di Indonesia

“Vaksin AstraZeneca tetap digunakan untuk mendukung kegiatan vaksinasi nasional mengingat manfaatnya yang besar,” ujarnya, mengutip keterangan resmi Kemenkes, Selasa (18/5/2021).

Saat ini, jumlah batch CTMAV547 ada sebanyak 448.480 dosis dan merupakan bagian dari 3.852.000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada tanggal 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO. Batch ini sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Sumber : bisnis.com