53 Korban Kapal Virgo Belum Ditemukan, Evakuasi Diutamakan
Sebanyak 53 korban Kapal Virgo belum ditemukan sejak tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Perusahaan mengutamakan pencarian sebelum salvage.
Perahu wisata yang mengalami kecelakaan di Waduk Kedungombo, Kemusu, Boyolali, Sabtu (15/5/2021)./Solopos-Akhmad Ludiyanto\r\n\r\n
Harianjogja.com, BOYOLALI - Insiden perahu wisata terbalik di Waduk Kedungombo, Boyolali, Sabtu (15/5/2021), yang merenggut nyawa sembilan penumpang mengingatkan publik pada sejumlah fakta tentang waduk tersebut.
Waduk ini sudah lama menjadi lokasi wisata pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati pemandangan indah berlatar air sekaligus pepohonan rindang. Wisatawan juga bisa menikmati lezatnya ikan bakar yang dijajakan sejumlah warung apung di waduk tersebut.
Waduk Kedungombo juga menjadi favorit pemancing lantaran di waduk ini hidup berbagai jenis ikan yang enak disantap. Berikut empat fakta yang perlu kamu tahu tentang Waduk Kedungombo, waduk yang menjadi lokasi perahu wisata terbalik pada Sabtu (15/5/2021):
1. Berada di Tiga Kabupaten
Area Waduk Kedungombo berada tiga kabupaten di Jawa Tengah, yakni Boyolali, Sragen, dan Grobogan. Sementara bendungan waduk ini berada di Kabupaten Grobogan.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Grobogan, waduk ini berada di area seluas kurang lebih 6.576 hektare. Luas tersebut terdiri atas lahan perairan 2.830 hektare dan lahan dataran seluas 3.746 hektare.
2. Sumber Air Irigasi 4 Daerah
Baca juga: Sehari, 89 Pasien Covid-19 di Bantul Dinyatakan Sembuh
Fakta Waduk Kedungombo selanjutnya adalah diresmikan penggunaannya pada tahun 1991. Waduk ini menyediakan air irigasi untuk empat daerah di Jawa Tengah. Empat daerah tersebut adalah Grobogan, Kudus, Demak, dan Pati.
Waduk tersebut mempunyai kapasitas tampung maksimal sebesar 703 juta meter kubik. Dikutip dari laman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) air waduk yang menjadi lokasi kecelakaan perahu terbalik ini mampu mengairi mengairi lahan pertanian seluas 61.482 hektare.
3. Pembangunan Tenggelamkan 37 Desa
Fakta menunjukkan proyek pembangunan Waduk Kedungombo yang dimulai sekitar tahun 1985 tidaklah mulus. Pembangunan salah satu waduk besar di Jawa Tengah ini sempat terkendala penolakan warga.
Waduk yang mulai diairi pada 14 Januari 1989 ini menenggelamkan 37 desa di tujuh kecamatan yang berada di tiga kabupaten. Sebanyak 5268 keluarga kehilangan tanahnya akibat pembangunan waduk ini.
Sebagian besar warga bersedia pindah, namun ada sekitar 600 keluarga yang keberatan pindah. Salah satu alasannya karena nilai ganti rugi lahan yang dinilai terlalu kecil.
4. Jadi Surga bagi Pemancing
Fakta Waduk Kedungombo berikutnya berkaitan dengan hobi. Waduk dengan luas area 6.500-an hektare menjadi idaman para pemancing. Berbagai ikan kegemaran pemancing bisa ditemukan di waduk ini. Sebut saja red devil, nila, dan tombro yang bisa ditemukan hidup di perairan waduk.
Spot atau lokasi memancing di Waduk Kedungombo juga banyak dan pemancing bebas memilih spot memancing. Di sekitar waduk ini banyak ditemukan spot mancing yang gratis alias tidak dipungut biaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Sebanyak 53 korban Kapal Virgo belum ditemukan sejak tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Perusahaan mengutamakan pencarian sebelum salvage.
Persiapan event lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 sudah mencapai 99%. Gelaran rutin yang tahun ini mengusung tema “Decade of Legacy" i
KPK menyita dokumen, barang bukti elektronik, uang, dan perhiasan dari penggeledahan rumah dinas Bupati Klaten terkait kasus dugaan korupsi.
DEN mewaspadai risiko capital outflow akibat usulan MSCI yang dapat merembet ke SBN dan meningkatkan beban bunga utang APBN.
Bulog menyalurkan bantuan beras untuk Oktober-Desember 2026 di Potorono, Bantul. Sebanyak 700 keluarga menerima total 30 kilogram beras.
Loker Solo terbaru 2026 tersedia di Job Fair gratis GSI Youth Fest pada 8 November. Ada 1.000 lowongan dari 10 perusahaan.