Advertisement
Connie Besok Temui Prabowo untuk Ungkap Mafia Alutsista
Pengunjung memerhatikan senjata buatan PT Pindad saat pameran pengembangan industri pertahanan di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, Selasa (2/4/2019). - Antara/Raisan Al Farisi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan dirinya sempat diagendakan bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto atau Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra untuk membahas ihwal modernisasi alutsista dan tantangannya, termasuk soal adanya mafia alutsista.
Dia menjelaskan agenda yang dijadwalkan pada pekan lalu tersebut dibicarakannya bersama Marsma TNI Penny Radjendra yang menjabat Karo Humas Kemhan. Namun, agenda tersebut ternyata gagal.
Advertisement
"Saya telah menerima dan mengkonfirmasi kehadiran saya atas undangan untuk menghadap Bapak Menhan dan atau Wamenhan melalui pembicaraan kami bersama Marsma TNI Penny Radjendra (Karo Humas) minggu lalu, tetapi dibatalkan mendadak menjelang pertemuan," dalam keterangan resmi yang diterima JIBI, Senin (10/5/2021).
Connie menambahkan pertemuan dengan pihak Kemhan itu kembali diagendakan oleh pejabat PT TMI/ technology Military Indonesia. Dia dijadwalkan bakal membahas isu alutsista bersama pihak Kemhan besok, Selasa (11/5/2021).
"Saya juga telah memenuhi undangan dari pejabat PT TMI/ technology Military Indonesia yang menurutnya sedang mengagendakan pertemuan saya bersama Bapak Menhan pada 11 Mei 2021," jelasnya.
Connie menegaskan bahwa sebagai WN yang baik, akademisi sekaligus inteketual, dia bertugas untuk mendukung Kemhan dalam membenahi upaya menyusun Road Map Kebijakan Pertahanan Negara.
Dengan begitu, jelas dia, keseluruhan upaya modernisasi alutsista dilakukan dengan akuntabel dan menjaga kepentingan nasional sesuai Visi Presiden RI Joko Widodo dalam mewujudkan TNI berkekuatan poros maritim, dirgantara dan permukaan dunia.
"Di mana modernisasi alutsista serta kemandirian Indhan yang sejati akan terkait sangat pada eksistensi dan kewibawaan Indonesia sebagai bangsa berdemokrasi, berwibawa, berdaulat dan terhormat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Viral di Medsos Warganet Tetap Favoritkan Malioboro, Ini Sejarahnya
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- HGN ke-66, Persagi DIY Edukasi Gizi 24 Sekolah di Bantul
- Pariwisata Tembus Rekor 2025, Devisa dan Kunjungan Melonjak
- Gerindra Tegaskan Thomas Djiwandono Bukan Lagi Kader
- Maidi OTT KPK, Bagus Panuntun Jadi Plt Wali Kota Madiun
- Dua Perkara Menjerat Sudewo, KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Desa
- Trauma Mendalam, Anak Influencer Korban Bullying SMP Negeri Jaktim
- Bea Cukai Yogyakarta Bidik Rp929,64 Miliar pada 2026
Advertisement
Advertisement



