Istana Berharap Tak Terjadi Lonjakan Covid-19 Seusai Lebaran

Fadjroel Rahman - JIBI/Bisnis.com/Amanda Kusumawardhani
08 Mei 2021 19:37 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman menegaskan keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik Lebaran pada tahun ini adalah demi kebaikan masyarakat.

“Hal ini untuk menjamin keselamatan bersama dan menjaga upaya kita semua, seluruh masyarakat di Indonesia, selama satu tahun lebih berjuang melawan pandemi Covid-19,” kata Fadjroel dalam keterangan resmi, Sabtu (8/4/2021).

Menurutnya, mudik lebaran pada masa pandemi Covid-19 ini berpotensi menyebabkan lengahnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, kendati pemerintah sangat memahami bahwa kegiatan mudik sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia menjelang Idulfitri.

Namun, sambungnya, pemerintah tidak ingin Indonesia mengalami lonjakan signifikan gelombang kasus posifif Covid-19 seperti di India.

“Tanpa mengurangi makna dari silaturahmi dalam merayakan Idulfitri 1442 H, silaturahmi dapat dilakukan secara virtual. Komunikasi bertatap muka secara virtual dapat mengurangi kerinduan sekaligus menjaga dan menjamin keselamatan sanak saudara dan keluarga,” ujar Fadjroel.

Lebih lanjut, kendati pemerintah berharap lonjakan kasus aktif tidak akan terjadi pasca-Lebaran nanti, tetapi dia memastikan langkah antisipasi akan dilakukan seoptimal mungkin.

Fadjroel memastikan bahwa Presiden Jokowi dan seluruh Kabinet Indonesia Maju juga tidak mudik lebaran, diikuti seluruh pejabat di Pusat dan di daerah, termasuk peniadaan acara berbuka puasa dan open house Idupfitri.

“Selamat Idul Fitri 1442 H, mohon maaf lahir batin,” tutupnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia