Ada Gempa Susulan, Warga Kepulauan Mentawai Mengungsi

Seismometer adalah alat atau sensor getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. - seis/insight.eu
03 Mei 2021 07:47 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Warga Dusun Mapadegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengungsi ke Gereja Piniel menyusul adanya gempabumi dengan magnitudo 5,7 di wilayah tersebut pada Senin (3/5/2021) pukul 00.46 WIB dini hari.

Kepala Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai Amir melaporkan bahwa warga masih dalam kondisi siaga hingga saat ini setelah gempabumi susulan yang cukup kuat selama 2-4 detik.

“Masyarakat masih dalam kondisi siaga,” ujar Amir seperti dikutip dari siaran pers, Senin (3/5/2021).

BACA JUGA : Gempa 3,8 Magnitudo Guncang Enrekang Sulsel, BMKG: Hati-Hati Gempa Susulan

Saat ini, BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai tengah melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta instansi terkait lainnya.

Tim BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai juga telah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan selalu waspada. Guna mengantisipasi adanya gangguan atau pemadaman listrik, BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai telah menyiapkan alat penerangan.

"Tim BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai telah meninjau beberapa lokasi, menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan selalu waspada,” jelas Amir.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan kejadian gempabumi dengan episentrum di dasar laut dengan kedalaman 29 kilometer, pada posisi 2.34 LS dan 99.66 BT atau 35 kilometer tenggara Tuapejat, Sipora Utara dan 37 kilometer tenggara Kepulauan Mentawai.

BACA JUGA : Bali Diguncang Gempa M 5,1, Ini Kata BMKG..

BMKG menyatakan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia