Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien di tengah serangan gelombang kedua Covid-19 di India / Express Photo by Amit Chakravarty
Harianjogja.com, JAKARTA - India kembali mencatat rekor dunia baru untuk kasus infeksi virus Corona harian selama empat hari berturut-turut. Hal itu menyebabkan rumah sakit kewalahan akibat kekurangan oksigen.
India mencatat penambahan 349.691 kasus baru dalam kurun 24 jam sehingga total kasus positif menjadi hampir 17 juta hingga Sabtu (24/4/2021).
Sementara itu, rumah sakit yang penuh sesak sedang berjuang untuk mendapatkan oksigen sehingga banyak pasien yang ditolak.
Pada Sabtu kemarin AS mengatakan sangat prihatin dengan lonjakan kasus di India. Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan AS bekerja sama dengan pemerintah India untuk mengirim lebih banyak dukungan dan pasokan.
Sementara itu, Pemerintah India mengerahkan kereta api dan angkatan udara untuk mengangkut pasokan peralatan medis ke daerah-daerah yang terkena dampak paling parah. Situasi sangat akut terjadi di ibu kota Delhi ketika orang-orang meninggal di rumah sakit karena kekurangan oksigen.
BACA JUGA: Untuk Kaum Rebahan, Simak Nih, Mager bisa Bikin Osteoporosis
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan situasi di India adalah "alarm kematian" tentang apa yang dapat dilakukan oleh virus Corona.
Jumlah kematian di seluruh India naik 2.767 dalam 24 jam hingga Minggu (25/4), sekaligus menjadi jumlah harian tertinggi sejauh ini.
Awal tahun ini, pemerintah India yakin telah berhasil mengalahkan Covid-19 setelah kasus baru turun menjadi 11.000 pada pertengahan Februari.
Bahkan India sempat mengekspor vaksin dan pada Maret dan menteri kesehatan mengatakan India "berada di ujung" pandemi.
Namun, sejak saat itu, gelombang baru meledak didorong oleh munculnya varian baru, serta pertemuan massal, seperti festival Kumbh Mela, yang menarik jutaan jemaah awal bulan ini. Belum lagi ratusan warga yang mandi di Sungai Gangga tanpa jarak sosial.
Rumah sakit di Delhi telah memperingatkan bahwa mereka berada di titik kritis. Di Rumah Sakit Keluarga Suci, unit perawatan intensif penuh dan tidak ada ruang untuk tempat tidur lagi.
"Hampir setiap rumah sakit terancam. Jika oksigen habis, tidak ada kelonggaran bagi banyak pasien. Dalam beberapa menit, mereka akan mati. Anda dapat melihat pasien ini mereka menggunakan ventilator, mereka membutuhkan oksigen aliran tinggi. Jika oksigen berhenti, kebanyakan dari mereka akan mati," kata Dr Sumit Ray kepada BBC.
Di Rumah Sakit Jaipur Golden, seorang dokter mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah telah mengalokasikan 3,6 ton oksigen, untuk dikirimkan pada pukul 17:00 pada hari Jumat.
Akan tetapi, hanya sebagian kecil dari yang dijanjikan tiba pada tengah malam, katanya kepada BBC.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.
Sedikitnya tiga posko anti kejahatan jalanan di Kapanewon Bambanglipuro dibentuk sebagai upaya menekan aksi kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan atau kliti
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.749 per dolar AS. Simak penyebab, sentimen global, dan proyeksi pergerakan kurs terbaru.
Harga emas 26 Mei 2026: UBS dan Galeri24 naik, Antam turun ke Rp2,798 juta per gram. Simak daftar lengkapnya di sini.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.