Laju Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Menurun, Ini Saran Pakar

Suasana vaksinasi di Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia, Rabu (3/3/2021). MUI menyebut ada 250 pengurus yang divaksin di tahap pertama. Tahap kedua akan berlangsung dua pekan mendatang. - Antara
22 April 2021 02:27 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Laju vaksinasi Covid-19 di Indonesia belakangan ini mengalami penurunan yang cukup besar. Rata-rata jumlah penyuntikkan per hari hanya berkisar 250.000 hingga 300.000 dosis per hari, padahal sebelumnya bisa sampai menembus 500.000 penyuntikan per hari.

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Profesor Zubairi Djoerban mengatakan masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi tersebut.

"Apakah harus panik? Jangan. Harus waspada. Iya. Kenapa? Karena tidak ada penyakit yang herd immunity-nya berhasil tanpa vaksin yang gencar. Contoh saja campak. Penyakit itu bisa kembali ketika tingkat vaksinasinya turun," ujarnya melalui akun Twitternya @ProfesorZubairi, Rabu (21/4/2021).

BACA JUGA : Warga Jogja! Begini Cara Cepat Dapat Vaksinasi Covid-19 Meski Bukan Prioritas

Zubairi pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung segala upaya pemerintah untuk program vaksinasi Covid-19.

"Kekebalan kawanan atau herd immunity alami tidak bisa menghentikan laju Covid-19. Saya optimistis Indonesia bisa membuat laju vaksin kembali meningkat. Kebijakan saat ini pun sudah cukup baik. Bismillah," ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan tren vaksinasi Covid-19 harian selama Ramadan mengalami penurunan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, rerata jumlah penyuntikkan selama Ramadan berada di kisaran 200 hingga 250 ribu dosis per hari.

"Di bulan April terjadi penurunan penyuntikan per hari, saat puasa juga terjadi penurunan dosis penyuntikannya karena awal-awal puasa mungkin masih beradaptasi dengan kondisi tersebut," kata Nadia dalam diskusi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Minggu (18/4/2021).

Selain itu, Nadia menerangkan tren penurunan penyuntikan tersebut juga disebabkan karena jumlah dosis vaksin Covid-19 yang terbatas.

Pada bulan Maret, imbuhnya, jumlah stok vaksin jadi mencapai 18 juta. Hanya saja, stok itu mengalami penurunan sekitar 7 hingga 15 juta pada April.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia