Harga Pangan 15 Juni 2026: Bawang Putih Melonjak, Cabai Rawit Naik
Harga pangan hari ini bervariasi. Bawang putih melonjak 7,14%, bawang merah naik, sementara sejumlah jenis cabai dan beras mengalami perubahan harga.
Bantuan air bersih kepada wilayah kekeringan di Pasuruan, Jawa Timur./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah membuat target akses air minum untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024.
Deputi Kepala USAID Iuwash Plus Alifah Lestari menyebutkan bahwa sampai 2024, harapannya Indonesia bisa menyediakan 100 persen air yang layak, berasal dari Bukan Jaringan Perpipaan (BJP) 70 persen dan Jaringan Perpipaan (JP) 30 persen, serta aman dikonsumsi 15 persen.
“Sampai dengan 2018, akses air aman dikonsumsi itu masih 6,9 persen. Ini pun masih estimasi capaian akses air minum aman. Sementara itu, 88 persen air layak sudah tercapai dengan 68 persen dari BJP dan 20 persen dari JP,” jelas Alifah.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah telah melakukan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), Pengawasan Kualitas Air Minum (PKAM), dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Selain itu, untuk memastikan layanan air minum aman, Dinas Kesehatan dan Penyelenggara SPAM harus melakukan pengawasan.
“Jika ketiga program berjalan secara terintegrasi, target bisa terpenuhi. Namun, masalahnya ada pada pandemi yang membuat kebutuhan air meningkat,” ujar Alifah.
Adapun, untuk memenuhi syarat air minum aman, perlu memenuhi 4 K, yaitu kontinuitas, kuantitas, kualitas, dan keterjangkauan.
“Ini harus dipenuhi oleh penyedia layanan air minum untuk memilik iar minum yang aman. Kita harus punya sumber air minum layak dan aman, harus ada di halaman rumah. Kalau kita harus butuh waktu untuk ambil air minum, kita belum bisa memenuhi akses air minum yang aman,” imbuhnya.
Adapun, penyedia layanan air minum juga harus bisa menyediakan airnya 24 jam sehari, memenuhi standar fisik, dan biologis air minum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Harga pangan hari ini bervariasi. Bawang putih melonjak 7,14%, bawang merah naik, sementara sejumlah jenis cabai dan beras mengalami perubahan harga.
APPBI menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan demi ketertiban, bukan karena adanya kekhawatiran terhadap isu keamanan.
PHRI DIY menargetkan okupansi hotel 70% pada Agustus 2026 dengan menggenjot promosi wisata religi dan pasar korporasi di Jogja.
Kereta Petani dan Pedagang KAI telah melayani 35.843 pelanggan hingga Juli 2026, mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Krisis migrasi di Ceuta memicu bentrokan warga dengan migran asal Maroko. Polisi dikerahkan, sementara ketegangan terus meningkat.
Harga solar Shell naik menjadi Rp21.910 per liter mulai 1 Agustus 2026, sementara Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo turun.