Kekayaan Charlie Kirk, Tewas Ditembak di Utah Valley University
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan dilebur dengan Kementerian Riset dan Teknologi, muncul kabar Menteri Nadiem Makarim akan masuk dalam daftar kocok ulang atau reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo.
Sejumlah pakar pendidikan menilai bahwa memang untuk mengemban beban dari Kemendikbud dan Kemenristek sekaligus perlu orang yang lebih berpengalaman di bidang riset dan pendidikan.
Pengamat Pendidikan dari Komisi Nasional Pendidikan Andreas Tambah mengatakan bahwa apabila menterinya diganti, harus diisi orang yang punya visi dan komitmen kuat, kalau tidak kinerja Kemendikbud akan kembali ke nol.
“Terus pak Nadiem ini kan pertamanya dianggap punya terobosan untuk mengubah napas kemendikbud. Sudah mulai dengan 3 wacana program, guru penggerak, peta jalan pendidikan, perbaikan kurikulum, dan sebagainya tapi ini kan belum jalan nih. Kalau diganti lagi apakah orangnya akan meneruskan atau tidak?” kata Andreas kepada Bisnis, Kamis (15/4/2021).
Pasalnya, kalau beda orang program yang sudah dijalankan pasti tidak akan diteruskan, sehingga akan mulai dari nol sementara Kemendikbud yang baru sudah menjalankan kepengurusan setengah jalan hampir 2 tahun.
Namun, jika dibilang Nadiem sudah kompeten, Andreas mengatakan tergantung dari dirjen risteknya. Menurutnya, sekalipun Nadiem hebat, kalau dirjennya tidak ada gebrakan sama saja bohong.
“Saya khawatir kalau penggantinya orang yang berkecimpung di dunia pendidikan malah akan mengikuti kebijakan pola lama. Jadi nggak ada perubahan atau inovasi. Makanya diperlukan menteri yang visioner, punya kreativitas tinggi, terobosan yang bagus untuk mengubah pendidikan. Kalau tidak kembali ke nol,” kata Andreas.
Pengamat Pendidikan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengatakan, jika akan diganti, dia meminta agar tidak diganti dengan orang dadakan yang seperti ‘turun dari langit’.
“Harus diisi oleh orang-orang yang punya rekam jejak yang progresif dan berintegritas di dunia pendidikan. Kalau sampai salah orang, nanti pasti tambah, apalagi dia merombak semua kebijakan sebelumnya. Korbannya adalah rakyat, dan anak-anak sekolah. Harusnya mereka adalah penerima manfaat, bukan menjadi korban kebijakan yang salah,” ujar Ubaid.
Selanjutnya, Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji justru melihat Nadiem bukan orang yang tepat untuk urus pendidikan. “Bukannya mengecilkan, kalau bicara kecerdasan pasti cerdas, beliau aset bangsa, tapi tempatnya bukan di pendidikan karena beliau tidak menguasai bagamana cara membangun manusia,” kata Indra.
Menurutnya, selama ini yang dilakukannya hanya satu arah dan tidak terbuka. Sulit mengulik informasi langsung dari Nadiem.
Indra juga menilai pola pikir Nadiem masih seperti ketika membangun aplikasi, padahal tugasnya untuk membangun manusia, membentuk SDM Unggul.
Dengan dibubarkannya Kemenristek, kata Indra, membuktikan program SDM unggul tidak punya grand design dan rencana yang matang. “Mumpung masih ada waktu, saran saya sebelum mengesahkan menterinya siapa, mendingan Jokowi bisa mengundang tokoh-tokoh dan pakar-pakar pendidikan. Mintalah mereka membuatkan konsep desain membangun SDM unggul seperti apa. Kalau sudah jadi, sepakat, baru masukan orang-orangnya, masukan lembaganya, bentuk kementeriannya. Jadi jangan anggap enteng urusan pendidikan,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Charlie Kirk, aktivis konservatif dan pendukung Presiden AS Trump, seorang yang vokal dan pendiri Turning Point USA, ditembak hingga tewas
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.