Radar GCI Buatan Bandung Perkuat Sistem Pertahanan Udara RI
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Kapal tanker milik pertamina. /Ist.
Harianjogja.com, JAKARTA--Kapal tanker raksasa berkapasitas 2 juta barel yang diberi nama Pertamina Prime milik PT Pertamina International Shiping telah memulai perjalanan dari Galangan Japan Marine, Ariake, Jepan, untuk menuju ke Indonesia guna memperkuat pasokan energi nasional.
Wakil Duta Besar Indonesia untuk Jepang Tri Purnajaya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan kapal tanker itu dapat berlayar untuk menyalurkan bahan bakar melalui jalur laut.
“Jepang dan Indonesia memiliki hubungan kerja sama yang baik sejak lama. Saya yakin, Pertamina Prime mampu berlayar untuk menyalurkan energi nasional serta dapat menjadi salah satu perusahaan shipping terbaik,” kata Tri Purnajaya.
Setelah melakukan tahapan uji coba selama enam hari, akhirnya kapal dinyatakan layak untuk berlayar di perairan internasional. Jika sudah tiba di Indonesia, kapal tanker berjenis very large crude carrier atau VLCC itu akan ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan feedstock kilang di Indonesia.
“Dengan hadirnya Pertamina Prime ini, kami berharap bisa memenuhi kebutuhan feedstock kilang di Indonesia dan mengamankan pasokan kebutuhan minyak mentah ke kilang Pertamina,” kata Direktur Utama Pertamina International Shipping Erry Widiastono.
Kapal yang dibangun sejak tahun 2018 tersebut merupakan kapal tanker minyak mentah tipe dek tunggal yang memiliki panjang 330 meter dan draft 21,5 meter.
Sejumlah keunggulan ada di kapal itu di antaranya menggunakan teknologi super stream duct yang membuat kapal memiliki kecepatan 16,9 Knot dan efisien konsumsi bahan bakar sebanyak 20-25 persen dibandingkan kapal sejenis dengan desain lama.
Selain itu, kapal juga telah memenuhi requirement terminal modern di dunia dan regulasi internasional, yaitu IMO Annex VI Tier III yang berguna untuk pembatasan emisi gas buang Sulfur Oksida (SOx) dan Nitrogen Oksida (NOx).
Memiliki kapasitas daya angkut yang besar membuat kapal tanker raksasa itu dapat memperkuat jaminan stok dan ketahanan energi nasional, sehingga bisa memberikan manfaat bagi Indonesia.
“Saya yakin kapal ini memiliki performa yang baik dengan mengusung konsep eco-green vessel. Kami berharap Pertamina Prime dapat memberikan kontribusi kepada seluruh aspek kehidupan," kata Director and Senior Management Officer of Japan Marine United Corporation Masaaki Yuzaki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Janice Tjen hadapi Caijsa Wilda Hennemann di babak pertama WTA 250 Rabat 2026 dengan status unggulan pertama turnamen.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.