Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut Facebook Berlabuh di Indonesia

Stiker dengan logo Facebook terlihat dalam konferensi F8 yang digelar Facebook di San Jose, California, AS, Selasa (30/4/2019). - Reuters/Stephen Lam
30 Maret 2021 17:47 WIB Leo Dwi Jatmiko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL) yang akan dibangun Facebook dengan sejumlah perusahaan telekomunikasi, diperkirakan berlabuh di empat titik di Indonesia yaitu Manado, Papua, Kupang dan Batam. 

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Muhammad Arif mengatakan berdasarkan informasi yang dimilikinya, SKKL milik Facebook dan sejumlah perusahaan telekomunikasi, akan melintas di empat titik.

Menariknya, tiga dari empat titik tersebut berada di Indonesia bagian Timur yaitu Papua, Manado dan Kupang. Satu lagi berada di Batam, Indonesia bagian Barat.

Arif berpendapat opsi pergelaran jaringan dengan skema ini merupakan langkah tepat. SKKL tak lagi berpusat di Jakarta. Pembangunan jaringan di daerah timur pun dapat makin terpacu sehingga dapat menjadi modal pergelaran jaringan yang lebih merata.

Baca juga: Pelaku Pariwisata Jogja Bersih-Bersih Kawasan Malioboro

“Jadi ini merupakan opsi yang bagus karena kita telah mempunyai titik mendarat di timur Indonesia, tidak hanya di Batam dan Jakarta saja,” kata Arif kepada Bisnis.com, Selasa (30/3/2021).

Dengan hadirnya SKKL di Kupang dan Papua, sambung Arif, permasalahan penyelenggara jaringan telekomunikasi akan berkurang dalam gelar jaringan di Indonesia bagian Timur.

Selama ini pelaku telekomunikasi mengeluh sulit membangun infrastruktur di Papua karena tidak ada jaringan tulang punggung. Permasalahan tersebut sedikit teratasi dengan hadirnya SKKL.

Arif memperkirakan dengan melihat pergelaran SKKL yang berasal dari Guam, sebuah pulau di bagian barat Samudera Pasifik, kemungkinan SKKL di kawasan Papua nantinya akan mendarat di Jayapura.

“Dengan hadirnya SKKL maka kecepatannya akan bertambah karena jaringan tulang punggungnya bertambah. Harapan juga dengan adanya SKKL harga layanan makin murah karena ada efisiensi ongkos,” kata Arif.

Arif menceritakan saat ini jaringan tulang punggung berpusat di Singapura dan Jakarta. Penyedia layanan telekomunikasi yang terdapat di Indonesia Timur, misalnya Kupang, jika ingin mendapatkan akses, harus mengambil dari Singapura – Jakarta dan Jakarta – Kupang.

Masing-masing rute memiliki provider yang berbeda-beda dengan harga yang bervariasi, sehingga membebani penyedia jasa telekomunikasi. Dengan menembak langsung SKKL ke Kupang, maka ongkos yang dikeluarkan akan lebih murah, karena penyedia jasa bisa langsung mengakses layanan, dengan kualitas kecepatan yang lebih optimal.

“Dengan adanya titik mendarat di Kupang maka harusnya lebih murah dalam mengakses data internasional, dibandingkan harus narik dari Singapura - Jakarta dan Jakarta – Kupang,” kata Arif.

Baca juga: Kurtubi: Kebakaran Kilang Minyak Balongan Bakal Hambat Megaproyek Pertamina

Sebelumya, Facebook menyatakan akan menggelar dua sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) untuk menghubungkan Amerika Utara dengan Indonesia dan Singapura. Dua kabel tersebut bernama Echo dan Bifrost.

SKKL Echo dibangun bekerja sama dengan konsorsium Alphabet Google dan XL Axiata. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2023.

Sementara itu Bifrost ditargetkan rampung pada 2024. Facebook memilih berkolaborasi dengan PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) dan Keppel, dengan proyeksi pada 2024 selesai pembangunan.

Sumber : bisnis.com