Riset ITB: Gojek Terapkan Standar Prokes Paling Tinggi

Aplikasi Gofood. - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
17 Maret 2021 14:17 WIB Herlambang Jati Kusumo News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) dalam risetnya menyatakan Gojek telah menerapkan standar protokol kesehatan dan keamanan paling lengkap dan paling ketat. Terutama untuk layanan angkutan daring, di antara penyedia jasa sejenis lainnya di banyak negara.

Direktur Center for Policy and Public Management SBM ITB Yudo Anggoro menjelaskan dalam riset tahun 2020 ini, SBM ITB membandingkan penerapan kebijakan protokol kesehatan pada 13 perusahaan penyedia layanan transportasi daring di 10 negara. Hal ini sebagai bentuk perhatian mereka terhadap aspek keamanan dan keselamatan dari mitra pengemudi dan pelanggannya. Protokol Kesehatan yang dimaksud di sini adalah protocol J3K, yaitu Jaga Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan.

BACA JUGA : Super App Gojek, Solusi Bagi Masyarakat Jogja Saat 

“Gojek telah dikenal sebagai protokol kesehatan berstandar tinggi untuk layanan angkutan online. karena aspek keamanan Gojek tidak seperti para pemain lainnya di industri yang hanya diterapkan saat penumpang bersama mitra pengemudi, tetapi bahkan sejak sebelum penumpang bersama mitra pengemudi,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (17/3/2021).

Yugo membandingkan layanan Gojek dengan perusahaan transportasi daring di beberapa negara lainnya, seperti di Nigeria yang hanya menerapkan penggunaan helm sendiri bagi pengguna atau hanya menyediakan hand sanitizer saja. Sementara itu di Inggris, penyedia transportasi daring, Lyft, menerapkan penggunaan partisi dan masker bagi mitra pengemudinya.

Menurutnya dari aspek kesehatan dan keamanan ini Gojek sangat menyeluruh, seperti masker wajib ada, kendaraan wajib didisinfektan, lalu dipasang ada sekat antara pengemudi dan pengguna, dan pengemudi wajib diukur dulu suhu tubuhnya. “Protokol itu rutin harus dilakukan dan itu yang membuat standar layanan Gojek lebih komprehensif dan sudah memenuhi aspirasi penggunanya,” ujarnya.

BACA JUGA : Dukung Protokol Covid-19, Gojek Terapkan J3K 

Chief Transport Officer Gojek Raditya Wibowo menyatakan protokol J3K Gojek difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pilar Edukasi, Teknologi, dan Infrastruktur yang saling melengkapi. Tiga pilar ini berfungsi untuk terus mendorong kebiasaan taat protokol kesehatan yang telah terbentuk di masyarakat dapat terus dijalankan secara ketat. Pilar edukasi memiliki peran paling besar dalam membentuk kebiasaan positif para pengguna ekosistem.

“Data internal kami bahkan menunjukkan ada lebih dari 700.000 penolakan order yang dilakukan mitra driver kepada pelanggan yang tidak memakai masker,” katanya.

Ia mengakui mayoritas mitra driver Gojek bersedia untuk divaksinasi setelah mengikuti kegiatan edukasi mengenai vaksin yang diselenggarakan oleh Gojek. Beberapa temuan tersebut menjadi bukti bahwa inisiatif J3K Gojek berdampak sangat positif bagi perubahan kebiasaan di dalam ekosistem Gojek.

BACA JUGA : Gojek Sediakan Lima Posko Aman di Jogja

Menurutnya setiap orang memiliki peran dalam menjaga kesehatan, kebersihan, dan keamanan satu sama lain. Oleh karena itu, Gojek menghadirkan gerakan #PesanDariRumah yang terinspirasi dari aspirasi keluarga mitra driver untuk selalu mengingatkan dan meningkatkan kedisiplinan serta tanggung jawab bersama antara pelanggan serta mitra driver dalam menerapkan protokol J3K selama berkendara.