Curiga Presiden Ingin Perpanjang Jabatan, Amien Rais Diperingatkan Istana

Amien Rais (tengah) menunjukkan buku berjudul Jokowi People Power saat jeda pemeriksaan untuk salat Jumat di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019). - Antara/Aprillio Akbar
15 Maret 2021 16:47 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Politikus senior Amien Rais mencurigai akan ada manuver politik dari para pejabat negara yang akan membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat satu periode lagi. Amien diminta hati-hati agar tidak menyebar fitnah.

Menanggapi tudingan tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian mengatakan Presiden Jokowi tetap pada prinsipnya yaitu taat pada ketentuan UUD 1945.

“Pertama itu spekulasi dan tidak tahu apa motifnya dia mengatakan spekulasi macam itu. Presiden sudah menegaskan menolak usulan tiga periode, buat Presiden, konstitusi menggariskan dua periode dan itu yang harus dijadikan pedoman,” katanya kepada awak media, Senin (15/3/2021).

“Pak Amien Rais harus hati-hati karena spekulasi tanpa dasar bisa disebut sebagai fitnah.” 

Selain itu, Donny juga memastikan bahwa Kepala Negara tidak terlibat sama sekali dalam polemik Partai Demokrat kendati Kepala Staf Presiden Moeldoko terkait di dalamnya.

Pasalnya, ada isu yang bergulir dan menyebut Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang adalah upaya pemerintah merangkul oposisi.

Donny pun menyampaikan, keterlibatan Moeldoko tersebut adalah murni keputusan pribadi dan tidak mewakili Presiden sebagai institusi.

“Tidak ada sangkut pautnya dengan Istana, itu urusan pribadi pak Moeldoko selaku warga negara yang punya hak politik untuk dipilih dan memilih. Perkara itu sah atau tidak akan dibuktikan di Kemenkumham,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia