Ingat! Vaksin Tak Ubah Orang Jadi 'Superman'

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). - Antara
13 Maret 2021 22:37 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berpesan agar masyarakat yang sudah menerima vaksin tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Jangan habis suntik merasa jadi Superman, lebih kuat dari Kapolres atau dari Brimob. Kekebalan itu baru optimal 28 hari sesudah suntik kedua, yang itu tidak mengubah bapak ibu jadi Superman,” kata Menkes dalam sambutannya membuka Grab Vaccine Center di Provinsi Banten, Sabtu (13/3/2021).

Namun, setelah vaksinasi setidaknya seseorang bisa punya kemampuan antibodi lebih tinggi, sehingga ketika virusnya datang, dalam satu sampai dua hari virusnya bisa mati karena udah ada pasukan yang melawan di dalam tubuh.

“Sehingga kalau tertular tidak banyak. Tapi bapak ibu tetap masih bisa menularkan. Seenggaknya kalau terpapar tidak masuk rumah sakit, atau nggak usah dirawat lama-lama, bisa cepat pulang,” imbuh Menkes.

Lebih lanjut, Budi menegaskan masyarakat yang sudah divaksin tetap bisa menularkan. Sampai sekarang belum ada penelitian yang membuktikan bahwa sudah bisa divaksin tidak bisa menularkan atau tertular.

“Kita masih bisa kena, tapi dalam tubuh kita lebih kuat. Oleh karena itu buat teman-teman habis disuntik yang pertama ingat, jangan kemudian langsung buka masker, jalan-jalan ke mana-mana sampai 28 hari sesudah suntik kedua,” ujarnya.

Pesan Budi yang kedua adalah agar sesudah disuntik, masyararakat tetap memakai masker, tetap menjaga jarak, dan tetap rajin mencuci tangan.

“Divaksin tidak membuat kita menjadi Superman atau kalau dalam film Thor, jadi manusia setengah dewa. Hanya saja kita bisa tetap terjaga,” ucap Menkes.

Saat ini pemerintah Indonesia sudah melaksanakan vaksinasi, termasuk bekerja sama dengan perusahaan swasta seperti Grab Indonesia, dan menyediakan layanan vaksinasi drive thru. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

Rencananya, jika vaksin Covid-19 sudah banyak berdatangan pada Semester II/2021, Menkes berharap petugas kesehatan bisa menyuntikkan vaksin sampai dengan 1,5 juta per hari dan terus meningkat seiring dengan kedatangan vaksin-vaksin berikutnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia