Sebut Genosida, AS Kutuk China atas Kekerasan Muslim Uighur

Muslim Uighur di China - dancingturtle.org
13 Maret 2021 10:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) mengutuk China atas kekerasan terhadap minoritas muslim Uighur di Xinjiang dan sejumlah pembatasan di Tibet. AS menyebut tindakan Cina itu sebagai kejahatan melawan kemanusiaan dan genosida.

Kecaman disampaikan AS  dalam pertemuan dengan Dewan HAM PBB. “Kami mengutuk kekerasan yang dilakukan China terhadap etnis dan penganut agama minoritas sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida dan sejumlah pembatasan di Tibet,” kata utusan AS, Mark Cassayre, dikutip dari Reuters, Jumat (12/3/2021).

BACA JUGA : Etnis Uighur, Mahfud: Kita Punya Jalan Diplomasi Lunak

Pernyataan AS ini membuat isu pelanggaran HAM China terhadap Muslim Uighur kembali menghangat jelang pertemuan antara Menteri Luar Negeri Anthony Blinken dan utusan pemerintah China, Wangyi, di Alaska pekan depan.

Dalam pertemuan itu, Blinken dikabarkan bakal meminta Cina memperbaiki perlakuannya terhadap Uighur.

Sementara Beijing, berkukuh menolak tudingan AS bahwa telah melakukan genosida terhadap Uighur dan masyarakat muslim lainnya yang tinggal di bagian barat negara tersebut.

Duta Besar China untuk PBB di Jenewa, Chen Xu dalam pidatonya menyatakan bahwa negaranya menolak politisasi terhadap isu kemanusiaan.

BACA JUGA : Bela Muslim Uighur, Striker Barcelona Putuskan Hubungan

Mereka membantah tuduhan sejumlah kalangan jika sengaja membuat kamp konsentrasi untuk menahan serta menyiksa muslim Uighur.

China menyatakan kompleks yang dibangun di Xinjiang diperuntukkan bagi sekolah vokasi sehingga bisa mencegah ekstremisme dan separatisme. Tudingan mengenai kerja paksa dan pelanggaran HAM adalah rumor yang tidak berdasar.

Masih dalam forum yang sama, Kuba menganggap bahwa Xinjiang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari China.

Mereka pun meminta Amerika berhenti mencampuri masalah dalam negeri negara lain dengan cara memanipulasi isu Xinjiang dan menahan diri untuk tidak melakukan tuduhan yang tidak berdasar.

BACA JUGA : Kasus Uighur Dianggap Mengusik Umat Islam di Indonesia

Adapun Duta Besar Inggris Julian Braithwaite mengatakan kepada forum bahwa negaranya memiliki perhatian besar terhadap kekerasan sistematis di Xinjiang, termasuk tentang adanya laporan terpercaya yang menyatakan pemerintah China melakukan kerja paksa dan pemaksaan kontrol terhadap kelahiran muslim Uighur di kamp konsentrasi Xinjiang.