Data Pertumbuhan Ekonomi Kulonprogo, Ada Sektor Justru Meroket saat Pandemi

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
09 Maret 2021 08:57 WIB Hafit Yudi Suprobo News Share :

Harianjogja.com, PENGASIH--Pertumbuhan ekonomi di kabupaten Kulonprogo mengalami kontraksi pada 2020. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mencatat laju pertumbuhan ekonomi (LPE) minus 4,06 persen. Faktornya, bukan lain adalah dampak pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo, Bambang Susilo mengatakan jika dibandingkan pada 2019 lalu, LPE di Kulonprogo mencapai 13,83 persen. Akan tetapi, pada 2020 anjlok menjadi minus 4,06 persen. Diakui oleh Bambang, masuknya investasi dengan adanya proyek nasional di Kulonprogo turut mempengaruhi LPE di Bumi Binangun.

"Penyebab penurunan laju pertumbuhan ekonomi [LPE]) karena adanya pandemi Covid-19. Selain itu, sektor kontruksi, dan pertambangan juga turun karena pembangunan banyak yang ditunda dan dibatalkan akibat dana dialihkan untuk refocusing penanganan Covid-19," ujar Bambang Susilo pada Senin (8/3/2021).

BACA JUGA : Pertumbuhan Ekonomi DIY Membaik, BI Sebut Ini Kuncinya

Adapun, sektor yang mengalami penurunan diakui oleh Bambang di antaranya, sektor kontruksi yang mengalami minus sebesar 18,44 persen. Sektor pertambangan dan penggalian yang juga ikut minus sebesar 8,56 persen.

Kemudian, sektor penyediaan akomodasi dan makanan serta minuman yang turut minus sebesar 5,13 persen. Sektor jasa keuangan dan asuransi yang ikut minus sebanyak 4,88 persen. Serta, sektor industri pengolahan yang juga minus sebesar 3,55 persen.

"Di samping itu, ada juga Sektor Usaha Jasa Pariwisata [UJP] yang mengalami kelumpuhan karena tidak ada tamu atau pelanggan yang datang dan perjalanan antar daerah masyarakat dibatasi," imbuhnya.

"Sektor yang juga mengalami penurunan yakni penyediaan akomodasi dan transportasi karena banyak usaha perhotelan, dan rumah makan yang omzetnya turun drastis," sambung Bambang.

Akan tetapi, tidak semua sektor mengalami penurunan. Bambang mencontohkan, sektor informasi dan komunikasi justru naik sebesar 17,17 persen. Sektor jasa kesehatan dan sosial naik 18,27 persen. Terakhir, sektor real estate naik 4,65 persen.

BACA JUGA : Lesu karena Pandemi, Proyek Konstruksi Diyakini Bisa Kerek

"Dengan adanya kebijakan bekerja dari rumah dan sekolah secara daring, maka sektor informasi dan komunikasi mengalami kenaikan drastis karena setiap orang dituntut menggunakan informasi teknologi dan komunikasi," terang Bambang.

Optimistis

Bupati Kulonprogo Sutedjo tak menampik jika pemerintah kabupaten Kulonprogo kesulitan dalam menetapkan target pertumbuhan ekonomi. Pandemi Covid-19 menjadi penyebabnya, serta ketidakpastian global.

Namun demikian, Sutedjo optimistis jika laju pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo akan mengarah ke angka yang positif. Pasalnya, sejumlah proyek strategis nasional sedang dibangun di Bumi Binangun.

"Yakni jalur kereta api dari Stasiun Kedundang sampai Bandara Internasional Yogyakarta yang berlangsung dari 2020 sampai 2021. Kemudian pembangunan jalan tol Cilacap (Jawa Tengah) - Bandara Internasional Yogyakarta (Kulon Progo) - Yogyakarta - Solo (Jawa Tengah) yang dimulai pada 2021. Kemudian pembangunan tempat istirahat Samudra Raksa di Kalibawang," ungkap Sutedjo.

BACA JUGA : Pertumbuhan Ekonomi DIY Akan Lebih Baik Tahun Depan

Tidak hanya proyek strategis nasional, sejumlah investasi swasta juga turut menyumbang pendapatan ke wilayah Kulonprogo. Ada pembangunan empat hotel bintang yang akan dibangun mulai 2021.

"Kami optimistis pada 2021 pertumbuhan ekonomi akan mengarah positif berdasarkan indikasi dan masuknya investasi pemerintah dan swasta," kata Sutedjo.

Sutedjo mengharapkan proyek dari swasta tersebut mampu menyerap tenaga kerja dan memanfaatkan material yang di Kulonprogo. "Sehingga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat di Kulonprogo," ujar Sutedjo.