Menag Harap Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Jadi Simbol Moderasi

Maket proyek Masjid Raya Sheikh Zayed Solo - Dok./Kemenag
06 Maret 2021 17:37 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berharap Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang mulai dibangun Sabtu (6/3/2021) ini, akan menjadi simbol moderasi beragama dan persahabatan. 

Hal itu diungkapkan Menag saat peletakan batu pertama pembangunan replika Masjid Sheikh Zayed Solo di Kampung Gilingan, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (6/3/2021).

Dilansir laman resmi Kemenag, Menag memerinci masjid megah di Kota Solo, Jawa Tengah, ini akan dikembangkan dengan konsep arsitektur modern.

"Masjid Raya Sheikh Zayed Solo akan menjadi salah satu mercusuar syiar Islam di Nusantara dan simbol moderasi beragama dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia dan keadilan sosial," ujar Menag.

Menag Yaqut mengatakan bahwa masjid yang dibangun dengan hibah penuh dari Putra Mahkota Persatuan Emirat Arab bukan hanya menjadi tempat untuk shalat berjamaah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan dakwah, sosial dan pembinaan umat serta destinasi wisata religi yang menjunjung tinggi nilai kesucian masjid.

"Saya ingin menekankan di sini bahwa masjid adalah 'lembaga risalah' yang memiliki fungsi fundamental sebagai tempat pembinaan persatuan dan kesatuan umat serta kerukunan bangsa. Masjid adalah bangunan peradaban yang memancarkan nilai, makna dan pencerahan kepada masyarakat luas," kata Menag.

Dia juga menekankan bahwa masjid merupakan sarana terpenting dalam upaya bersama merawat moral dan mentalitas masyarakat yang bertakwa. "Sejalan dengan misi kerisalahan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi alam semesta," sambung Menag.

Adapun, pengembangan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo itu ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersama Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Matar Al Kaabi.

Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohammed Al Mazrouei, Wakil Gubernur Jateng Gus Taj Yasin Maimoen dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka juga turut serta dalam seremoni peletakan batu pertama masjid yang berlokasi di Kampung Gilingan, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah (Jateng).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia