SBY Sebut 10 Tahun Berkuasa Tak Pernah Merusak Partai Lain

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. - Antarafoto
06 Maret 2021 11:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BOGOR- Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY angkat bicara tentang prahara di partainya. Ia mengklaim tak pernah merusak partai lain. Dia menyindir Moeldoko Kudeta Partai Demokrat.

SBY prihatin dengan sosok penguasa yang tengah mengusik partainya. Padahal selama 10 tahun menjadi presiden sebelumnya, ia tak pernah merusak partai lain.

"Selama 10 tahun saya memimpin Indonesia dulu, baik secara pribadi, maupun Partai Demokrat yang saya bina, tidak pernah mengganggu dan merusak partai lain seperti yang kami alami saat ini," ujar SBY di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jumat (5/3/2021) malam.

Baca juga:  Usai Ditelikung, SBY Malu Pernah Kasih Jabatan kepada Moeldoko

SBY mengatakan praktik politik yang dipertontonkan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko tak mencerminkan sikap kesatria.

Tak segan, ia menyebut Moeldoko dan pelaku kudeta benar-benar tega melakukan ini kepada pihaknya.

"Hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara ini, banyak yang tercengang, banyak yang tidak percaya KSP Moeldoko bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini," ujar SBY.

Moeldoko justru hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira yang pernah bertugas dalam jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Baca juga: HARIAN JOGJA HARI INI: DIY Kebut Proyek Infrastruktur

SBY pun meminta maaf karena pernah menunjuk Moeldoko sebagai panglima TNI ketika dirinya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun kehadiran Allah SWT Tuhan yang maha kuasa atas kesalahan saya itu," ujar SBY.

Kendati demikian, ia mengaku tetap yakin dengan Presiden Joko Widodo memiliki integritas dan kearifan dalam menyikapi gerakan pengambilalihan Partai Demokrat.

Pemerintah dan negara juga tetap dipercaya SBY akan bertindak adil terhadap permasalahan ini.

Sumber : Suara.com