Pengendara Moge yang Terobos VVIP Istana Kepresidenan Minta Maaf

Pengendara motor gede alias moge. - Instagram @juniarwilliam17
01 Maret 2021 11:47 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Seorang dari rombongan pengendara motor gede (moge) yang menerobos kawasan VVIP Istana Kepresidenan Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, akhirnya menyesal dan meminta maaf.

Pengendara moge Juniar William lewat akun Instagram @juniarwilliam17, Minggu (28/2/2021) mengatakan, bahwa dirinya dan teman-temannya telah melakukan koordinasi untuk mediasi dengan pihak Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).

Mediasi itu disambut baik, dan pihak rombongan moge akan melakukan klarifikasi di markas komando Paspamres hari ini, Senin (1/3/2021).

Sehari sebelumnya, Sabtu (27/2/2021), Juniar William mengutarakan permintaan maaf atas kejadian menerobos area VVIP Istana Kepresidenan di Jalan Veteran 3 Jakarta Pusat.

Juniar William mengatakan, bahwa dirinya menyesal dan tidak akan mengulangi kejadian tersebut. Terkait hal itu, semua video yang berhubungan dengan kejadian di area VVIP Istana Kepresidenan dicabut.

Baca juga: Artidjo Alkostar Dinilai Tepat Jadi Contoh Penegak Hukum di Indonesia

Sebelumnya diberitakan, pasukan Paspampres menendang pengemudi moge yang menerobos kawasan VVIP Istana Kepresidenan pada 21 Februari 2021. Video kejadian itu menjadi viral di media sosial.

Asisten Intelijen Paspampres, Letkol TNI (Inf) Wisnu Herlambang menyatakan, tindakan anggotanya sudah sesuai aturan. Pengendara moge itu menerobos area VVIP sekitar Istana Kepresidenan sehingga harus dihentikan demi keamanan objek vital.

"Kalau itu hanya ditendang, tidak dipukul. Dan sebetulnya itu sudah tindakan yang paling ringan. Sebenarnya kalau sudah menerobos VVIP di aturannya ditembak, dilumpuhkannya dengan cara ditembak karena sudah mengancam," tutur Wisnu pada Jumat, 26 Februari 2021.

Baca juga: Anies Baswedan Doakan Jokowi, Begini Isinya

Menurut Wisnu, tindakan Paspampres di area VVIP Istana Kepresidenan adalah bentuk kewaspadaan.

"Kami tidak tahu, dia mau menerobos mau apa. Mau sabotase? Mau apa? Jadi sebagai bentuk kewaspadaan, kami harus lumpuhkan. Ada buku petunjuk teknis kami untuk melaksanakan prosedurnya," ucap Wisnu.

Sumber : bisnis.com