BBC Diblokir di China Setelah Larangan CGTN di Inggris

BBC News - bbc
13 Februari 2021 18:27 WIB Reni Lestari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – British Broadcasting Corp (BBC) World News dilarang di China setelah lisensi CGTN yang didukung pemerintah China dicabut oleh Inggris pekan lalu.

Administrasi Televisi dan Radio Nasional (NRTA) China dalam sebuah pernyataan mengatakan laporan BBC tentang China melanggar peraturan. Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan dalam sebuah unggahannya di Twitter bahwa keputusan tersebut mewakili pembatasan kebebasan media yang tidak dapat diterima dan itu akan merusak reputasi China.

"Kami kecewa karena pihak berwenang China telah memutuskan untuk mengambil tindakan ini," kata juru bicara BBC melalui email, dilansir Bloomberg, Sabtu (13/2/2021).

Menurutnya, BBC adalah penyiar berita internasional paling tepercaya di dunia dan melaporkan berita dari seluruh dunia secara adil, tidak memihak, dan tanpa rasa takut atau dukungan.

Situasi ketegangan meningkat ketika televisi publik Hong Kong RTHK mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan menangguhkan siaran BBC World Service dan BBC News Weekly mulai pukul 11.

Menyusul keputusan regulator Inggris Ofcom untuk mencabut lisensi CGTN minggu lalu, para pejabat China telah mengeluh tentang pelaporan BBC tentang pandemi Covid-19, dan meminta televisi tersebut untuk meminta maaf.

BBC saat itu mengatakan bahwa mereka menolak tuduhan tak berdasar tentang berita palsu atau bias ideologis. BBC yang berbasis di London baru-baru ini menerbitkan dan menyiarkan laporan yang mengkritik pemerintah Presiden Xi Jinping tentang sensor dan kamp di wilayah Xinjiang negara itu.

"Pelanggaran serius aturan penyiaran BBC tentang keakuratan dan ketidakberpihakan telah merusak kepentingan nasional China dan persatuan etnis dan gagal memenuhi persyaratan untuk saluran luar negeri untuk disiarkan di daratan China," kata NRTA.

Seorang juru bicara Layanan Tindakan Eksternal Uni Eropa menyerukan agar larangan terhadap BBC dicabut dan menambahkan bahwa itu adalah langkah China yang membatasi kebebasan berekspresi dan akses ke informasi di dalam perbatasannya.

Sebagai tanggapan, juru bicara Misi China untuk UE mengatakan bahwa keputusan NRTA sepenuhnya sah dan menambahkan bahwa "standar ganda tidak akan diterapkan untuk memerangi disinformasi.

Ofcom mengatakan pihaknya menghapus lisensi Inggris untuk CGTN karena pemegangnya tidak memiliki kendali editorial. CGTN telah meminta izinnya untuk dialihkan ke entitas bernama China Global Television Network Corp.

Namun demikian, pemilik baru itu akan didiskualifikasi dari pemegang lisensi karena dikendalikan oleh badan yang pada akhirnya diarahkan oleh Partai Komunis China.

CGTN juga kehilangan izin untuk siaran di Jerman karena dicabut izinnya di Inggris. Pihak berwenang memberi tahu lembaga penyiaran di negara bagian bahwa mereka harus menghentikan program CGTN.

Ketegangan antara China dan Inggris telah meningkat. Tahun lalu, Perdana Menteri Boris Johnson melarang perusahaan telekomunikasi Shenzhen, Huawei Technologies Co., dari jaringan nirkabel generasi berikutnya Inggris di tengah masalah keamanan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia