KAI Tutup 118 Perlintasan Sebidang, 964 Korban Kecelakaan Tercatat
KAI telah menutup 118 perlintasan sebidang dari target 172 lokasi pada 2026. Sebanyak 964 korban kecelakaan tercatat sejak 2023.
Ilustrasi - Warga mengarungi banjir di jalan lintas nasional Medan- Banda Aceh tepatnya di Kota Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu (6/12/2020)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Sejumlah wilayah di Indonesia sedang memasuki puncak musim hujan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sudah ada lima gangguan yang terjadi pada sistem transportasi darat akibat bencana alam yang disebabkan curah hujan tinggi pada periode Januari–Februari 2021.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi meminta masyarakat, operator, maupun petugas di lapangan untuk mewaspadai adanya potensi Bencana Alam yang akan berdampak pada terganggunya kelancaran sistem transportasi. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini 95 persen wilayah Indonesia tengah memasuki musim hujan, sedangkan 5 persen wilayah masih mengalami musim kemarau.
“Selama periode Januari–Februari 2021, kami melihat ada beberapa kejadian seperti banjir di jalan nasional Bandung–Garut pada 9 Januari, banjir di Kalimantan Selatan pada Januari kemarin, longsor di ruas jalan nasional Wonogiri–Yogyakarta–Pacitan pada 28 Januari, penutupan jalan nasional Madiun–Surabaya akibat banjir di Jombang 5 Februari, dan yang terbaru amblesnya Tol Cipali,” kata Budi, Kamis (11/2/2021).
Baca juga:Begini Perayaan Imlek di Kelenteng Gondomanan Jogja
Dia menambahkan ada beberapa dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam yang disebabkan oleh curah hujan tinggi, yakni terganggunya sistem logistik nasional, keselamatan serta mobilisasi masyarakat pengguna jalan akan terganggu, serta kerusakan infrastruktur karena kerusakan jalan akibat longsor dan banjir.
Kemenhub akan segera menyampaikan surat kepada para Gubernur, Dirjen Bina Marga, dan Kakorlantas Polri perihal Antisipasi Terhadap Kerawanan Bencana Alam karena kondisi cuaca.
Baca juga: Begini Strategi Pemkot Jogja Jalankan PPKM Mikro
Sementara itu, Pelaksana Harian Deputi Bidang Meteorologi BMKG Eko Prasetyo menyatakan potensi hujan Sedang hingga Lebat dalam seminggu ke depan secara umum dapat terjadi di beberapa wilayah seperti Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
"Provinsi-provinsi yang terdampak banjir dalam status siaga adalah Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Pada wilayah selatan Indonesia berpotensi memiliki tekanan udara yang rendah, sehingga bisa menjadi bibit badai tropis dan angin kencang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
KAI telah menutup 118 perlintasan sebidang dari target 172 lokasi pada 2026. Sebanyak 964 korban kecelakaan tercatat sejak 2023.
MSI mendorong pengembangan singkong di DIY untuk mendukung target bioetanol E20 pada 2028 dengan jaminan pasar dan harga bagi petani.
Menko Pangan Zulhas memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi 1 juta ton untuk tiga bulan.
Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi mulai tiba di Jateng untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Pertamina menyiapkan investasi Rp19,8 triliun untuk Green Bio-Refinery Cilacap yang ditargetkan masuk EPC 2027 dan beroperasi 2029.