Ribuan Hektare Sawah Kebanjiran, Stok Beras di Jateng Diklaim Aman Hingga Lebaran

Warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, mencari ikan di tengah sawah yang terendam banjir, Rabu (10/2/2021) - Bisnis/Muhammad Faisal Nur Ikhsan
11 Februari 2021 23:27 WIB M Faisal Nur Ikhsan News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG – Banjr menggenani ribuan hektare sawah di Jawa Tengah. Meski demikian, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa hasil panen padi tidak akan mengalami penurunan yang signifikan.

Walaupun mengalami bencana yang cukup luas, tetapi dengan semangat petani dan dukungan pemerintah [bencana ini] tidak terlalu berakibat pada cadangan beras di Jawa Tengah, lebih-lebih tidak berpengaruh di saat puasa sampai lebaran” jelas Herawati, Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (BPTPHP) Distanbun Provinsi Jawa Tengah, Kamis (11/2/2021).

Kepada JIBI, Herawati menyampaikan bahwa petani yang mengalami kerugian akibat bencana banjir dapat mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Selain itu, Distanbun Provinsi Jawa Tengah juga telah memberikan bantuan berupa benih padi yang pengadaannya berasal dari APBN.

Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah juga memastikan bahwa stok beras yang ada masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga lebaran nanti. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah, Miftahul Ulum, mengatakan bahwa sebanyak 50.000 ton beras masih tersimpan di 30 kompleks pergudangan Bulog.

Masyarakat tidak perlu khawatir, karena ketersediaan maupun pasokan beras di pasaran tetap aman. Bahkan, stok yang ada saat ini jumlahnya masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga lebaran mendatang,” jelasnya, Jumat (5/2/2021) lalu.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpartan) Kabupaten Demak mencatat 2.444 hektare sawah di Kabupaten Demak tergenang banjir. 674 hektare sawah juga terancam puso. Luas sawah yang tergenang banjir di Kecamatan Bonang mencapai 327 hektare, sementara itu di Kecamatan Karanganyar luasnya mencapai 80 hektare. Di Kecamatan Wonosalam, luas sawah yang tergenang mencapai 20 hektare, Kota Demak seluas 50 hektare, dan Kecamatan Wedung seluas 197 hektare.

Pada penghujung 2020, bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Kudus, Pati, Banyumas, hingga Purbalingga. Distanbun Provinsi Jawa Tengah mencatat, pada saat itu, ada 1.356 hektare lahan pertanian di Jawa Tengah yang tergenang banjir. Saat itu, Herawati mengungkapkan bahwa sawah yang tergenang banjir tidak sepenuhnya gagal panen. Pasalnya, padi yang telah berusia lebih dari 50 hari memiliki ketahanan yang kuat terhadap banjir.

“Kalau rendamannya tidak lebih dari tiga hari saya kira masih tahan,” kata dia.

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia