Advertisement
Kejar Herd Immunty dalam Satu Tahun, Jokowi Minta Vaksinasi Covid-19 Dikebut
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). - Antara/Setpres/Agus Suparto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 nasional dapat dipercepat sehingga herd immunity atau kekebalan komunitas bisa segera terbentuk dalam kurun satu tahun ini.
Arahan Presiden Jokowi itu disampaikan saat menggelar rapat terbatas dengan jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/2/2021).
Advertisement
"Presiden mendorong vaksinasi bisa ditingkatkan, baik dari segi volume maupun dari segi waktu. Sehingga herd immunity bisa secara cepat terbentuk," kata Airlangga dalam keterangan pers yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (3/2/2/2021).
Lebih lanjut, Airlangga juga menyampaikan arahan Presiden Jokowi terkait pelaksanaan vaksinasi agar dapat dilakukan dengan pertimbangan berbasis data, berbasis daerah, zona padat, wilayah densitas tinggi, wilayah yang mobilitas tinggi dan juga interaksi yang tinggi.
"Itu menjadi pertimbangan. Juga terkait kegiatan-kegiatan daripada sentra perekonomian," ujarnya.
Untuk mendukung percepatan program vaksinasi nasional, Airlangga mengungkapkan bahwa Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga akan membuat peraturan menteri kesehatan (Permenkes) terkait program vaksin Gotong Royong.
"Terkait dengan vaksin Gotong Royong, Pak Menkes akan membuat Permenkesnya," jelasnya.
Adapun, vaksin gotong royong adalah kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan pemerintah. Kadin akan mengumpulkan peminat vaksin gratis tersebut untuk mempercepat tercapainya herd immunity atau kekebalan komunitas.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Benny Soetrisno mengatakan pengumpulan data awal penerima vaksin dari program gotong royong akan dilanjutkan dengan pengumpulan data rinci paling lambat 28 Februari 2021.
“Kadin akan mengumpulkan data awal peminat dan dilanjutkan dengan pengumpulan data detail mengenai orang yang akan divaksin paling lambat 28 Februari 2021,” kata Benny kepada Bisnis, Rabu (27/1/2021).
Adapun, proses perencanaan masih dalam pembicaraan antara Kadin dan otoritas pemerintah yang membidangi urusan vaksin beserta infrastruktur terkait.
Sementara itu, sebelumnya Sekjen Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menyatakan saat ini Indonesia telah memiliki 28 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac, China.
Sejumlah vaksin tersebut didatangkan ke Indonesia secara bertahap. Pada tahap pertama Indonesia telah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac
Kemudian, tahap kedua sebanyak 1,8 juta dosis, dan tahap ketiga sebanyak 15 juta dosis yakni pada 12 Januari 2021. Pada tahap keempat, Indonesia mendatangkan 10 juta dosis vaksin yang baru tiba di Indonesia kemarin, Selasa (2/2/2021).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Darurat Kecelakaan di Sleman, Layanan PSC 119 Tangani 1.228 Kasus
Advertisement
Pesawat Terbakar Saat Lepas Landas, 232 Penumpang Dievakuasi
Advertisement
Berita Populer
- Tantangan Sekolah Rakyat Teratasi, Pembelajaran Dinilai Makin Stabil
- Akademisi UGM: Program Magang Nasional Bantu Tekan Pengangguran
- Viral Balik Nama Tanah Warisan Kena Pajak? DJP Tegaskan Tak Ada PPh
- Perlintasan KA di Jogja Rawan, Aulia Reza Dorong Keselamatan Kolektif
- Sam Altman Minta Maaf, Kasus Penembakan Kanada Seret OpenAI
- Eks Pekerja Sritex Desak Pemerintah Ambil Alih Pabrik Jadi BUMN
- Pemerintah Keluarkan PMK 24/2026, Harga Tiket Pesawat jadi Lebih Murah
Advertisement
Advertisement







