MUI Minta Pemuka Agama Bantu Sosialisasi Vaksinasi

Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih
30 Januari 2021 18:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan perlu kerja sama untuk mengingatkan masyarakat agar disiplin protokol kesehatan dan terus melakukan sosialisasi vaksin.

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah K.H. Muhammad Cholil Nafis mengatakan perlu kerja sama tersebut diperlukan karena pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Dia mengatakan yang bisa dilakukan adalah terus mengingatkan masyarakat tanpa bosan akan pentingnya protokol kesehatan, meskipun menurutnya sebagian besar masyarakat sudah paham akan hal itu. Selain itu dia mendorong agar pemuka agama juga membantu dalam sosialisasi vaksinasi.

"Oleh karena itu barangkali perlu juga tema-tema keagamaan itu selalu menyinggung berkenaan dengan pentingnya vaksinasi dalam jangka sebulan, tiga bulan sampai akhir tahun kepada masyarakat agar masyarakat juga sadar," katanya dilansir Antara, Sabtu (30/1/2021).

Oleh karena itu dia mengusulkan pelatihan kepada da'i dan khotib untuk memahami tentang vaksinasi. MUI sendiri akan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satgas Penanganan Covid-19 terkait pelatihan tersebut.

Cholil juga memastikan kehalalan dari vaksin Sinovac dan MUI akan bertanggung jawab terhadap keputusan tersebut.

"Majelis ulama itu yang bertanggung jawab di hadapan Allah. Betapa dosanya kalau kita main-main dengan fatwa," kata Cholil.

Dia menegaskan bahwa MUI tidak mungkin sembarangan mengeluarkan fatwa akan kehalalan vaksin Covid-19, memastikan bahwa tidak mengandung babi.

Sebelumnya, tim dari MUI sudah melihat aspek pembuatan dari vaksin Sinovac yaitu menggunakan bagian dari virus yang sudah dilemahkan. Setelah melihat prosesnya dari awal sampai akhir, mereka mendapatkan kesimpulan akan kehalalan dari vaksin itu.

"Kami menyatakan vaksin corona sinovac itu adalah suci, penegasan adalah halal. Halal itu adalah sesuatu yang suci, karena tidak mungkin dikatakan halal kalau itu tidak suci," katanya.

Sumber : Bisnis Indonesia