Jokowi Minta BKKBN Pegang Kendali Penanganan Stunting

Kampanye visuan tentang pencegahan stunting. - Antara.
28 Januari 2021 14:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Presiden RI Joko Widodo meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memegang kendali dalam pencegahan stunting atau gagal tumbuh anak di Tanah Air mulai saat ini.

"BKKBN memegang kendali pencegahan stunting mulai saat ini," ujar Presiden dalam arahan di acara Rakornas Kemitraan Program Bangga Kencana di Istana Negara Jakarta, Kamis (28/1/2021).

BACA JUGA : Bantul Bertekad Cegah Stunting, Ini Langkahnya

Presiden mengatakan BKKBN telah diputuskan menjadi ketua pelaksanaan penanganan penurunan angka stunting. Angka stunting yang 5 tahun lalu berada di angka 37 persen sudah turun menjadi 27,6 di 2019. Presiden mengingatkan target penurunan angka stunting di 2024 adalah menjadi 14 persen.

"Bukan angka mudah tapi saya meyakini kalau di lapangan dikelola dengan manajemen yang baik, angka ini bukan angka yang sulit," jelas Presiden.

Kepala Negara menyampaikan bentuk konsolidasi anggaran dan program sudah didesain. BKKBN akan mendorong kementerian dan lembaga.

"Ini menjadi tugas bapak ibu semua karena persoalan stunting harus mendapat perhatian serius. Sekali lagi di 2019 masih 27,6 persen. Angka ini diperkirakan akan naik karena pandemi," jelasnya.

BACA JUGA : Ratusan Balita Stunting Masih Ditemukan di Kecamatan di Jogja

Presiden menekankan target 14 persen di 2024 bukan target mudah, namun jika dilakukan dengan kerja serius, berkoordinasi dan berkolaborasi maka penurunan stunting bisa dilakukan secara signifikan.

"Saya tegaskan karena yang memiliki infrastruktur organisasi sampai ke bawah adalah BKKBN, nanti kegiatan itu akan dikoordinasikan Menko PMK dan Ketua Pelaksananya adalah Kepala BKKBN," kata Presiden.

Sumber : Antara