Tega, Suami Siram Istri Pakai Air Mendidih karena Dibangunkan untuk Sarapan

Foto ilustrasi KDRT. - Freepik
24 Januari 2021 07:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, TURKI - Polisi Turki menangkap Ali Ay, suami berusia 28 tahun karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya, Rukiye Ay, 23. Ali tega menyiram Rukiye memakai air mendidih hingga kulit sang istri melepuh. Alasan Ali, dirinya kesal dibangunkan Rukiye untuk sarapan pagi.

Seperti dikutip dari Mirror, Sabtu (23/1/2021), otoritas kepolisian mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi di Konya, 9 Januari.

Akibat disiram memakai air mendidih, Rukiye menderita luka bakar dan harus dirawat secara intensif di rumah sakit.

"Aku membawakan sarapan pagi untuk Ali yang sedang tidur. Maksudku itu untuk kejutan buat dia," kata Rukiye.

Baca juga: Tekanan Darah Tak Normal, 11% Nakes Tidak Disuntik Vaksin Covid-19

Namun, kejutan penuh cinta Rukiye itu berujung malapetaka. Ali yang dibangunkan justru tak menghargai upaya sang istri, melainkan marah.

"Ali marah-marah karena dibangunkan. Aku akhirnya minta maaf karena menganggu lantas sarapan dengan putri kami," kata Rukiye.

Ketika itulah Ali mendatangi Rukiye, melemparkan ancaman cerai, dan menyiramkan air mendidih ke bagian leher serta wajah sang istri.

"Tapi aku sempat berbalik badan sehingga air itu mengenai pinggulku dan kaki anakku," kata dia.

Rukiye sempat ingin melarikan diri bersama putrinya. Namun, sebelum sempat kabur, Rukiye pingsan karena tak kuat menahan sakit.

Rukiye yang siuman tapi masih lemas, berusaha bangkit karena mendengar suara putrinya menjerit.

"Putriku menjerit, sehingga aku berusaha bangkit. Saat itu, Ali malah menyeretku ke kamar mandi."

Baca juga: Covid-19 DIY Sabtu Ini, Penambahan Kasus Harian Mendekati 500

Ketika Ali teralih perhatiannya, Rukiye memanfaatkan waktu tersebut untuk menelepon ayahnya. Setelahnya, dia juga melarikan diri ke rumah tetangga untuk berlindung dan menelepon polisi.

Polisi akhirnya menangkap Ali, namun lelaki kejam itu dilepaskan dengan uang jaminan.

Hal tersebut membuat publik Turki melakukan protes massal. Protes berbuah, Ali kembali ditahan polisi atas perintah kepala kejaksaan agung.

Sumber : suara.com, mirror