Advertisement

Waduh, Banyak Pengungsi Gempa Sulbar Tolak Rapid Test dan Swab Covid-19

Newswire
Minggu, 24 Januari 2021 - 05:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Waduh, Banyak Pengungsi Gempa Sulbar Tolak Rapid Test dan Swab Covid-19 Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat Dr. Muhammad Alief Satria, di Mamuju, (12/1/2021). - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, MAMUJU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Alief Satria mengungkapkan bahwa banyak pengungsi yang menolak dilakukan rapid tes dan swab selama pandemi Covid-9.

“Resistensi bukan hanya di kalangan masyarakat, tetapi di kalangan tokoh masyarakat, sementara korbannya ada di mana-mana,” ungkap Alif dalam rapat bersama Gubernur Sulbar dan perwakilan pemerintah kecamatan dan desa di kompleks kantor gubernur, Sabtu (23/1/2021).

Advertisement

Alief menjelaskan, di tempat-tempat pengungsian, resistensi itu dengan macam-macam alasan, sehingga tim kesehatan sulit untuk memetakan penyebaran Covid-19.

Sementara, pihaknya telah meminta untuk ditambahkan tempat-tempat karantina, untuk mengantisipasi terjadinya kasus-kasus terkonfirmasi baru.

BACA JUGA

“Karena protokol kesehatan selama pascagempa tidak disiplin," kata Alief.

Pascagempa, Dinkes telah menambah jumlah rapid tes antigen dan swab antigen, serta bantuan dari labkesda untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada.

Rapid dan swab saat ini sudah dilakukan secara masif untuk para relawan.

Alief berharap, semua pihak bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa pihaknya bisa melakukan rapid antigen dan swab.

Dia menargetkan minimal 15-20 persen wilayah-wilayah yang ada untuk memetakan kemungkinan kasus-kasus baru Covid-19.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Barat, akumulasi jumlah kasus positif per tanggal 22 Januari 2020 sebanyak 2.894 kasus. Jumlah itu mengalami penambahan dari tanggal 21 Januari 2021 sebanyak 2.790 kasus.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jelang Lawan Kendal, PSS Sleman Asah Bola Mati dan Crossing

Jelang Lawan Kendal, PSS Sleman Asah Bola Mati dan Crossing

Sleman
| Sabtu, 28 Maret 2026, 03:37 WIB

Advertisement

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Wisata
| Kamis, 26 Maret 2026, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement