Kemenperin Gelar Pelatihan 3 in 1 Serentak 7 BDI

Ilustrasi pekerja proyek Pasar Angkruksari, Bantul - JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto
13 Januari 2021 06:17 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi Covid-19 tidak hanya menjadi permasalahan di sisi kesehatan, namun juga di sisi sosial dan perekonomian masyarakat. Dampak ekonomi yang ditimbulkan telah mengakibatkan pertumbuhan ekonomi melambat sehingga daya serap tenaga kerja di industri berkurang, menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat dan meningkatnya pengangguran.

Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM). Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM yang berkualitas.

“Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, untuk itu perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Kick Off Pelatihan 3 in 1 Serentak di 7 Balai Diklat Industri (BDI) secara virtual, Selasa (12/01).

Kick Off Pelatihan 3 in 1 Serentak di 7 Balai Diklat Industri (BDI) diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Pelatihan ini berbasis kompetensi sebagai wujud nyata peran serta pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri, sekaligus upaya untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM agar siap bersaing.

Menteri Perindustrian menjelaskan era revolusi industri 4.0 saat ini menuntut SDM yang cepat beradaptasi dan mampu mengimplementasikan teknologi digital. “Untuk itu diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (re-skilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini. Kurikulum pelatihan 3-in-1 telah didesain spesifik pada keterampilan tertentu yang selaras dengan kebutuhan industri. Pelaksanaan pelatihan mulai dari penyiapan kurikulum, praktik pembelajaran hingga penempatan kerja telah dilakukan berkolaborasi dengan perusahaan industri dan asosiasi industri,” katanya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto menyampaikan bahwa kick off penyelenggaraan pelatihan 3 in 1 saat ini diikuti sebanyak 6.103 orang peserta, yang mencakup 14 provinsi dan 52 kabupaten/kota serta melibatkan 101 industri dan 20 dinas kabupaten/kota, dengan berbagai jenis pelatihan. Salah satunya BDI Yogyakarta sebanyak 1.570 orang untuk pelatihan operator jahit upper alas kaki, operator jahit karung jumbo plastik, upskilling jahit karung jumbo plastik, operator assembling alas kaki, serta desain dan finishing furniture.

“Pelaksanaan Pelatihan 3 in 1 ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja calon tenaga kerja yang akan bekerja di industri maupun memulai wirausaha baru, menyiapkan tenaga kerja tersertifikasi yang kompeten dan memiliki daya saing serta untuk menanggulangi dan membantu saudara saudara kita yang terkena dampak yang diakibatkan oleh pandemi Covid 19”, ungkapnya. (ADV)