Advertisement
Pengurus KAHMI Temui Jokowi di Istana, Ini yang Dibahas..
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait Undang-Undang Cipta Kerja di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/10 - 2020) / Youtube Setpres
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo bertemu dengan jajaran Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Istana Negara Jakarta, Selasa.
Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi ditemani oleh Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno sedangkan di jajaran presidium KAHMI hadir Viva Yoga Mauladi (koordinator), Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (anggota presidium), anggota DPR RI Herman Khoeron (anggota presidium), Manimbang Kaharyadi (Sekjen KAHMI) serta Hadi Purnomo (Panitia Rakornas KAHMI).
Advertisement
BACA JUGA : Jaga Keutuhan Bangsa, KAHMI DIY Gelar Syawalan
"Majelis Nasional KAHMI mendukung kerja dan program pemerintah dalam memberantas pandemi COVID-19 dan mengakselerasi pertumbuhan perekonomian nasional dapat berjalan secara simultan dan sinergis," kata Viva Yoga dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, faktor kesehatan dan ekonomi tidak boleh diposisikan secara diametral tetapi harus bergerak beriringan.
"Presiden Jokowi menyatakan besok pagi akan disuntik dengan vaksin Sinovac sebagai tanda bahwa program vaksinasi nasional diselenggarakan di seluruh Indonesia untuk memberantas pandemi COVID-19," ungkap Viva Yoga.
Menurut dia, Presiden Jokowi berharap agar program vaksinasi dapat berjalan tertib, lancar, tepat sasaran, tepat waktu, agar masyarakat Indonesia memiliki antibodi yang tinggi sehingga menjadi sehat dan kuat.
BACA JUGA : Disindir Menguatkan Orang Zalim, Ini Jawaban Mahfud MD
"Presiden Jokowi dan Majelis Nasional KAHMI satu pandangan bahwa nilai keislaman dan kebangsaan tidak boleh diposisikan berhadap-hadapan, berlawanan, atau saling menegasi," tambah Viva Yoga.
Nilai keislaman dan kebangsaan terintegrasi, terkonvergensi menjadi nilai keislaman-keindonesiaan yang inklusif, modern, pluralis, dan toleran. "Founding fathers" bangsa menurut Viva Yoga menyepakati Indonesia adalah negara nasional yang berbentuk republik dan menganut sistem pemerintahan demokrasi.
Hal tersebut menjadi landasan, haluan, dan panduan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dan harus dijaga serta dirawat dengan baik dalam mengarungi perjalanan bangsa ke depan.
"Presiden Jokowi juga berkenan akan memberikan sambutan di acara Pembukaan Rakornas KAHMI pada 15 Januari 2021 di Bogor, Jawa Barat," kata Viva Yoga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
- Friderica Widyasari Sari Terpilih Ketua OJK 2026-2031
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Airlangga: Indonesia Berpotensi Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia pada 2050
- Libur Lebaran 2026, Pengamanan Wisata Pantai Bantul Diperketat
- BPJS: Biaya Perawatan Gagal Ginjal Lebih Mahal dari Penyakit Jantung
- IPDN Usulkan 1.410 Praja Baru untuk Pendaftaran 2026
- Militer Iran Minta Warga Kawasan Laporkan Lokasi Pasukan AS dan Israel
- PSIM Imbang Lawan Persijap, Van Gastel Akui Lemah Antisipasi Bola Mati
- Kasus Bibi Kelinci Viral, Eks Jenderal Polri Soroti Cyberbullying
Advertisement
Advertisement









