Siapkan Santunan, Jasa Raharja Himpun Data 53 Penumpang dan 3 Awak Kabin SJ182

Sejumlah warga yang merupakan kerabat dari penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak tiba di Posko Crisis Center Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (9/1/2021). - ANTARA FOTO/Fauzan
10 Januari 2021 15:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- PT Jasa Raharja siap untuk memberikan santunan apabila dari musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mengakibatkan adanya korban, baik meninggal dunia, luka-luka, maupun cacat tetap. Jasa Raharja telah mendata sebanyak 53 penumpang dan tiga awak kabin korban kecelakaan pesawat tersebut.

“Hingga siang ini Jasa Raharja telah mendata dan menghubungi atau mengunjungi domisili keluarga penumpang sejumlah 53 penumpang dan tiga awak kabin,” kata Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo kepada Antara di Jakarta, Minggu (10/1/2021).

Ia mengatakan saat ini Jasa Raharja siaga untuk terus berada di beberapa posko yang ada unit melakukan pendataan para penumpang dan sudah mulai mengunjungi pihak keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ 182.

Baca juga: Cari Pesawat Sriwijaya SJ 182, Basarnas Gunakan Tiga Metode

“Seluruh penumpang dari pesawat tersebut terlindungi Program Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang, di mana perlindungannya melingkupi santunan yang diatur di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2017,” katanya.

Pada prinsipnya, lanjut dia, Jasa Raharja siap untuk menyerahkan santunan apabila dari musibah dimaksud mengakibatkan adanya korban, baik meninggal dunia, luka-luka, maupun cacat tetap.

Serta, lanjut dia, pelayanan manfaat lainnya, seperti bantuan pemakaman bagi korban yg tidak memiliki ahli waris, bantuan ambulans, dan bantuan P3K pada fasilitas kesehatan yang melayani korban.

Penyerahan santunan Jasa Raharja memperhatikan hasil pencarian dan identifikasi penumpang yg dinyatakan resmi oleh Pemerintah.

Baca juga: Presiden Jokowi Sampaikan Doa dan Simpati Tragedi Pesawat Sriwijaya Air

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, atau 11 nautical mile dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang-Banten.

Pesawat teregistrasi PK-CLC jenis Boeing 737-500 itu jatuh saat akan menanjak ke ketinggian 13.000 kaki dari permukaan laut.

Sebelum lepas landas, pesawat SJ 182 juga sempat menunda keberangkatannya selama 30 menit karena cuaca hujan.

Pihak KNKT saat ini bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengumpulkan data terkait cuaca.

Pesawat Boeing 737-500 diawaki enam awak aktif. Adapun rincian penumpang dalam penerbangan SJ-182 adalah 40 dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi dan enam awak kami sebagai penumpang.

Saat ini sudah ditemukan serpihan yang diduga bagian dari badan pesawat serta pakaian anak-anak berwarna merah muda di kedalaman 23 meter perairan sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang tersebut.

Sumber : Antara